Adidas Gugat Nike ke Pengadilan Federal Terkait Hak Paten Teknologi Aplikasi – Tekno Tempo

5 Tips Gaya Hidup Sehat untuk Usia 40 Tahun ke Atas – Bisnis.com
Juni 18, 2022
5 Hal Keliru Terkait Obesitas, Jangan Sampai Salah – Republika Online
Juni 18, 2022
Show all

Adidas Gugat Nike ke Pengadilan Federal Terkait Hak Paten Teknologi Aplikasi – Tekno Tempo

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini
atau Masuk melalui
Belum Memiliki Akun Daftar di Sini
atau Daftar melalui
Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini
Konfirmasi Email
Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.
Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo
Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang
Masukan alamat email Anda, untuk mereset password
Konfirmasi Email
Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.
Apakah Anda yakin akan menghapus berita?
Jenis Kelamin
Status
TEMPO.CO, Jakarta – Tercatat telah beberapa kali berselisih, Adidas dan Nike kini meningkatkan perseteruannya lebih tinggi lagi setelah Adidas mendaftarkan gugatan untuk pertama kalinya di pengadilan federal Amerika. Dalam gugatan yang diajukan di Pengadilan Distrik Texas pada 10 Juni 2022, Adidas gugat Nike karena telah, “secara sadar dan sengaja,” melanggar hingga sembilan hak paten terkait aplikasi pada ponsel dan teknologi sepatu yang bisa menyesuaikan ke bentuk kaki.
Isi gugatan menyebut aplikasi-aplikasi Nike Run Club, Nike Training Club, dan Nike SNKRS. Ketiganya dianggap melanggar paten dengan fitur-fitur seperti audio feedback saat berolahraga, GPS tracking, rencana latihan, integrasi dengan aksesori pihak ketiga seperti pemantauan denyut jantung, dan kemampuan untuk memesan dan membeli sepatu kets edisi terbatas.
Semua itu adalah fitur dasar di beberapa aplikasi kebugaran dan olahraga lari , dan ini bukan yang pertama kalinya Adidas berperkara di pengadilan karenanya. Pada 2014, Adidas menggugat aplikasi Map My Fitness milik Under Armour. Keduanya akhirnya bersepakat dengan Under Armour bersedia membayar licensing fee kepada Adidas. 
Gugatan Adidas kepada Nike juga menyinggung perangkat lunak yang terhubung ke sepatu melalui perangkat jarak jauh yang ditampilkan di Nike Adapt, HyperAdapt, dan Nike Mag 2016. Aplikasi dan perangkat lunak itu semua dianggap sudah lebih dulu dikembangkan Adidas. Dalam gugatannya, Adidas menyebut yang pertama di industri alas kaki yang secara komprehensif menghadirkan analisis data kepada para atlet.
“Adidas telah lama menjadi pemimpin dalam teknologi seluler, termasuk teknologi yang terkait dengan kebugaran seluler dan pembelian seluler,” kata Adidas dalam gugatan tersebut. 
Adidas secara spesifik menyebut paten atas aplikasi Confirmed yang dikembangkannya termasuk yang dilanggar. Memperkenalkannya pada 2015, Adidas menyebut aplikasi ini sebagai cara untuk memberi pelanggan akses ke merek dan rilis sepatu eksklusifnya. Disebutkan, aplikasi SNKRS Nike diluncurkan segera setelah itu dan pada dasarnya melakukan hal yang sama untuk sepatu kets Nike.
Adidas juga menyebut sepatu kets Adaptable Nike sebagai pelanggaran terhadap Adidas_1, sepatu lari yang menampilkan motor dalam sol dan sensor tumit untuk menyesuaikan “kekakuan” sepatu secara real time. Teknologi Nike Adapt mendapat banyak perhatian karena mengingatkan konsumen terhadap sepatu kets self-lacing yang ditampilkan dalam film sci-fi klasik Back to the Future.
Nike Adapt. Nike.com
Namun, tujuan dari kedua sepatu ini bisa dibilang berbeda. Adidas_1 dimaksudkan untuk menjadi sepatu all-in-one untuk pelari, sementara berbagai iterasi Nike pada sepatu Adapt-nya menyebut lebih tentang aksesibilitas dan kenyamanan.
Pada akhirnya, Adidas mencari ganti rugi dari Nike serta perintah pengadilan yang mencegah Nike “secara langsung atau tidak langsung melanggar satu atau lebih” hak patennya. Jika Adidas menang, itu bisa berdampak luas pada aplikasi kebugaran. Seperti disebutkan, fitur seperti pelacakan rute GPS yang dikutip dalam setelan Adidas hampir ada di mana-mana di aplikasi seperti Strava dan Runkeeper serta aplikasi pendamping untuk berbagai pelacak kebugaran seperti Garmin dan Polar.
THE VERGE, FOOTWEAR NEWS
Baca juga:
Pengembang PUBG Pamer Manusia Virtual Buatannya, Ana
Fitur itu sebenarnya sudah diujikan pada fitur WhatsApp beta, namun kini fitur itu dirilis secara global baik untuk pengguna iOS atau Android.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat transaksi di aplikasi Livin mencapai lebih dari Rp 880 triliun sampai akhir Mei 2022.
Driver Lounge bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan pengemudi. Fasilitas online itu akan memastikan pengemudi mempertahankan layanannya.
Solusi ini mendeteksi sekaligus memblokir malware di edge sehingga akan mencegah sistem yang ditargetkan dari infeksi serta penyebaran malware.
Mitra Grab dikatakan dapat menjadi penyumbang data dalam GrabMaps. Begini ulasannya.
TikTok akan memungkinkan pengguna untuk mengatur pengingat istirahat selama satu sesi menonton.
Aplikasi Nike Run Club (NRC) yang digunakan 8 juta pelari di China mulai Rabu ditutup, karena akan dilokalkan di masa mendatang.
Pada Formula E Jakarta Evans memenangi duel melawan Jean-Eric Vergne (DS Techeetah) dan dardo Mortara (ROKiT Venturi Racing).
Fitur-fitur baru terus dimunculkan Twitter dan diuji coba agar dapat memanjakan para penggunanya.
Aplikasi yang dijuluki Super Maros itu merupakan layanan kependudukan digital dan juga portal informasi terkini tentang Kabupaten Maros.

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.