Berapa Lama Durasi Olahraga untuk Lansia? – Kompas.com – KOMPAS.com

Apa Kabar Corona di Indonesia? Cek Data Terbaru di Sini – CNBC Indonesia
Juni 19, 2022
Penerima Minta Program Prakerja Dilanjutkan Seumur Hidup, Jokowi: Rame ini Rame, Hati-hati – KOMPASTV
Juni 19, 2022
Show all

Berapa Lama Durasi Olahraga untuk Lansia? – Kompas.com – KOMPAS.com

Berapa Lama Durasi Olahraga untuk Lansia?

KOMPAS.com – Olahraga untuk lansia atau lanjut usia, tidak dapat disamakan dengan olahraga yang dilakukan kalangan muda.
Penyebabnya, lansia mulai kehilangan kekuatan dan mengalami kemunduran fungsi-fungsi dalam tubuh. Hal ini juga yang menyebabkan lansia lebih rawan terkena gangguan kesehatan.
Menginjak usia 65 tahun ke atas, dianjurkan untuk mengurangi aktivitas fisik. Namun, pengurangan bukan berarti menghentikannya begitu saja.
Oleh karena itu, penting untuk mengatur waktu dan jenis olahraga agar sesuai dengan kondisi masing-masing lansia.
Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui soal Vaksin Covid-19 untuk Lansia
Lantas, berapa lama waktu olahraga untuk lansia?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan waktu olahraga untuk lansia sebagai berikut:

Sebagai catatan, olahraga intensitas sedang ditandai dengan jantung yang berdebar lebih kencang dan berkeringat.
Sementara olahraga intensitas berat, ditandai dengan napas yang tersengal atau ngos-ngosan.
Baca juga: Cara Menghitung Berat Badan Ideal agar Dapat Terhindar dari Obesitas
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, olahraga rutin di masa senja penting untuk dilakukan.
Pasalnya, memberikan sejumlah manfaat, seperti keseimbangan tubuh yang lebih stabil, mencegah penyakit, hingga menjaga ketajaman mental lansia.
Durasi olahraga lansia selama seminggu tidak harus dilakukan dalam satu hari yang sama. Lansia juga tidak perlu untuk rutin berolahraga setiap hari.
Cukup dengan membagi durasi 150-300 menit atau 75-150 menit menjadi beberapa hari, misalnya lima hari dalam seminggu.
Selanjutnya, pastikan bahwa durasi olahraga dalam satu hari tidak kurang dari 10 menit dan tidak lebih dari 30 menit.
Baca juga: Olahraga yang Bisa Menurunkan Kadar Gula dalam Darah
Jenis olahraga atau aktivitas fisik juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing lansia.
Dikutip dari penelitian dosen ilmu keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta Rachmah Laksmi Ambardini, olahraga untuk lansia dilakukan secara bertahap.
Misalnya, dimulai dengan intensitas rendah (40-50 persen denyut nadi istirahat) selama 10-20 menit. Kemudian, perlahan mulai tingkatkan intensitas dan durasi latihan sesuai dengan kemampuan tiap individu.
Namun untuk amannya, lebih dianjurkan menambah durasi olahraga daripada meningkatkan intensitas.
Perlu diingat pula, lansia tidak boleh melupakan minum guna mengganti cairan tubuh yang hilang selama olahraga.
Baca juga: 5 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setelah Olahraga
Adapun jenis olahraga yang dianjurkan untuk lansia, dilansir dari Kompas.com (13/1/2022), sebagai berikut:
Tujuan olahraga jenis ini untuk meningkatkan pernapasan, detak jantung, dan peredaran darah.
Baca juga: Pilih Kardio atau Angkat Beban untuk Turunkan Berat Badan?
Tujuannya untuk membuat otot lansia lebih kuat dan terhindar dari osteoporosis.
Tujuan olahraga ini untuk mencegah tubuh lansia mudah jatuh.
Tujuannya untuk membantu tubuh tetap lentur dan lebih mudah bergerak.
Baca juga: Saat PM India Promosikan Yoga untuk Perangi Virus Corona…

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Olahraga yang Bisa Turunkan Kadar Gula dalam Darah

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Kunjungi kanal-kanal Sonora.id
Motivasi
Fengshui
Tips Bisnis
Kesehatan
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *