BERITA TERPOPULER JATIM: 3 Santri Korban Dugaan Tindak Asusila Trauma – Kasus PMK Meluas di Lamongan – TribunJatim.com

Menparekraf: Jakarta Golf Club Potensial Jadi Destinasi Wisata Olahraga dan Budaya – detak.co – Detak.Co
Juni 14, 2022
Pergeseran Cara Menikmati Bacaan dari Buku Fisik ke E-book – Katadata.co.id
Juni 14, 2022
Show all

BERITA TERPOPULER JATIM: 3 Santri Korban Dugaan Tindak Asusila Trauma – Kasus PMK Meluas di Lamongan – TribunJatim.com

TRIBUNJATIM.COM – Beragam berita menarik yang terjadi di wilayah Jawa Timur terangkum dalam berita terpopuler Jatim hari ini, Minggu (22/5/2022).
Pada berita terpopuler Jatim hari ini dibuka dengan trauma, tiga santri korban dugaan tindak asusila pengasuh ponpes di Kecamatan Kedungjajang, Lumajang, berinisial FN, mendapat pendampingan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang.
Kapolres Lumajang, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, jika suasana hati para korban sudah tenang, pihaknya akan mulai mengumpulkan semua keterangan. Hal ini dilakukan sebab sering kali, kasus pencabulan minim alat bukti. Sehingga untuk mengusutnya, polisi harus bekerja secara hati-hati dan seksama.
Selanjutnya, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kabupaten Lamongan semakin tidak terkendali.
Dari sebelumnya ada di 2 kecamatan, berkembang di 5 kecamatan, bertambah lagi menjadi 8 kecamatan dan 11 kecamatan, kini meluas di 15 kecamatan.
Ingin tahu berita selengkapnya, berikut ini berita terpopuler Jatim hari ini selengkapnya, Minggu (22/5/2022) yang dirangkum TribunJatim.com untuk Anda:
1. 3 Santri Korban Dugaan Tindak Asusila Pengasuh Ponpes Lumajang Trauma, Terduga Pelaku Dirawat di RS
Trauma, tiga santri korban dugaan tindak asusila pengasuh ponpes di Kecamatan Kedungjajang, Lumajang, berinisial FN, mendapat pendampingan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang.
Kapolres Lumajang, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, jika suasana hati para korban sudah tenang, pihaknya akan mulai mengumpulkan semua keterangan. Hal ini dilakukan sebab sering kali, kasus pencabulan minim alat bukti. Sehingga untuk mengusutnya, polisi harus bekerja secara hati-hati dan seksama.
“Korban sudah kami bawa ke pskiater. Selanjutnya kami akan gali apa yang sebenarnya terjadi setelah kejiwaan para korban sudah tenang,” kata AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, Jumat (20/5/2022).
Baca juga: Gadis di Bawah Umur Jadi Korban Pria Jombang, Perbuatan Asusila Terbongkar karena 1 Chat di Ponsel
Baca juga: Viral Video Terduga Pelaku Asusila di Madiun, Korban Kejar Sambil Merekam, Laporan ke Polisi Berbeda

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *