Bitcoin Anjlok hingga di Bawah Rp 274 Juta, Apa Saja Pemicunya? – Bisnis Tempo.co

5 Tips Pilih Pakaian Olahraga yang Nyaman, Agar Terhindar dari Berbagai Cedera – SINDOnews Health
Juni 20, 2022
Klasemen Piala Presiden Usai Arema Menang dan PSM Imbang – CNN Indonesia
Juni 20, 2022
Show all

Bitcoin Anjlok hingga di Bawah Rp 274 Juta, Apa Saja Pemicunya? – Bisnis Tempo.co

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini
atau Masuk melalui
Belum Memiliki Akun Daftar di Sini
atau Daftar melalui
Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini
Konfirmasi Email
Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.
Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo
Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang
Masukan alamat email Anda, untuk mereset password
Konfirmasi Email
Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.
Apakah Anda yakin akan menghapus berita?
Jenis Kelamin
Status
TEMPO.CO, Jakarta – Harga Bitcoin jeblok hingga ke bawah level US$ 18.500 atau sekitar Rp 274 jutaan (asumsi kurs Rp 14.830 per dolar AS) untuk pertama kalinya pada Sabtu, 18 Juni 2022 waktu setempat.
Aset kripto itu gagal rebound kembali ke level US$ 20.000 hingga 23.000-an seperti yang telah diperdagangkan secara stabil pada minggu lalu.
Tak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya juga melorot dengan besaran yang lebih kecil. Solana (SOL) misalnya turun 8,6 persen menjadi US$ 29,08, Cardano (ADA) turun 9,1 persen menjadi 44 sen, dan Ripple (XRP) turun 6,1 persen menjadi 30 sen selama 24 jam terakhir.
Situs Coindesk per hari ini Ahad, 19 Juni 2022 pukul 01.30 WIB menunjukkan Bitcoin diperdagangkan di level US$ 18.319 per koin atau merosot hingga 10,8 persen selama 24 jam terakhir. Adapun kapitalisasi pasar Bitcoin longsor menjadi sekitar US$ 350 miliar, atau anjlok 73 persen dari tertinggi sepanjang masa November 2021.
Tren harga Bitcoin ini menunjukkan penurunan tingkat harga yang signifikan yaitu level tertinggi sepanjang masa dari siklus kripto sebelumnya. Padahal pada November tahun lalu, Bitcoin sempat meroket hingga ke level tertinggi US$ 69.044,8 atau sekitar Rp 1,024 miliar.
Bitcoin tercatat secara historis mengalami periode kenaikan harga tanpa gejala yang diikuti oleh penurunan tajam, biasanya terjadi selama beberapa bulan hingga dua tahun. Para pedagang dan spekulan cryptocurrency menyebut periode ini sebagai “siklus” dan sering merujuk pada tingkat harga historis saat menetapkan target harga baru.
Sebelumnya sejumlah pedagang kripto memprediksi Bitcoin tidak akan jatuh di bawah tertinggi siklus sebelumnya. Teori itu bertahan selama periode penarikan 2018, tetapi kemudian teori tersebut dipatahkan oleh siklus penurunan saat ini.
Selama periode kenaikan harga Bitcoin pada 2017, Bitcoin menembus level tertinggi US$ 19.783 pada Desember 2017 sebelum jatuh kembali ke kisaran empat digit hanya satu bulan kemudian.
Sedangkan pada siklus 2013-2014, Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa di US$ 1.127 pada saat itu, level yang berhasil dipertahankan cryptocurrency selama penarikan 2018.
Adapun Bitcoin terperosok ke bawah US$ 20.000 untuk pertama kalinya sejak Desember 2020 akibat tekanan yang semakin dalam di pasar kripto di tengah pengetatan moneter bank sentral.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 1,5-1,75 persen pada pekan lalu.
Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Senin siang, 20 Juni 2022 dimulai dari rencana bisnis Garuda Indonesia setelah lepas dari PKPU.
Harga Bitcoin hari ini terpantau rebound ke level US$ 19.620 per keping atau Rp 291 jutaan setelah dua hari sebelumnya jeblok ke level terendah.
Berita terpopuler ekonomi bisnis sepanjang Sabtu 18 Juni 2022 dimulai Taipan Sjamsul Nursalim masih punya utang ke pemerintah
Bitcoin terperosok ke bawah US$20.000 untuk pertama kalinya sejak Desember 2020
Berita terkini ekonomi bisnis hingga Jumat sore, 17 Juni 2022 dimulai dengan Direksi Garuda Indonesia berdoa bersama sebelum ke PN Jakpus.
Berita terkini ekonomi bisnis hingga Jumat siang, 16 Juni 2022 dimulai dengan ekonom menyebutkan kebijakan Bank Sentral AS The Fed menekan rupiah
Investor Dogecoin menggugat Elon Musk karena dituding mempermainkan harga hingga melambung.
Tauhid Ahmad mengatakan kebijakan Bank Sentral AS The Fed yang menaikan suku bunga akan menekan rupiah
Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 0,75 persen dapat mempengaruhi kinerja perdagangan, khususnya ekspor impor.

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.