BKKBN raih penghargaan PBB – ANTARA Jogja

Melihat Formasi Persis Solo Rasa Timnas Indonesia: Miniatur Tim Merah-Putih – Bola.com
Juni 15, 2022
Kominfo Berikan Hak Labuh Starlink kepada Telkomsat – Katadata.co.id
Juni 15, 2022
Show all

BKKBN raih penghargaan PBB – ANTARA Jogja

Rabu, 15 Juni 2022 0:27
Rabu, 15 Juni 2022 0:12
Rabu, 15 Juni 2022 0:01
Selasa, 14 Juni 2022 23:51
Selasa, 14 Juni 2022 23:35
1 jam lalu
3 jam lalu
5 jam lalu
6 jam lalu
1 hari lalu
3 jam lalu
3 jam lalu
1 hari lalu
1 hari lalu
1 hari lalu
2 jam lalu
3 jam lalu
3 jam lalu
8 jam lalu
10 jam lalu
2 jam lalu
8 jam lalu
14 jam lalu
14 jam lalu
14 jam lalu
17 jam lalu
17 jam lalu
17 jam lalu
17 jam lalu
19 jam lalu
3 jam lalu
3 jam lalu
3 jam lalu
1 hari lalu
1 hari lalu
3 jam lalu
3 jam lalu
19 jam lalu
1 hari lalu
1 hari lalu
10 jam lalu
13 jam lalu
14 jam lalu
14 jam lalu
17 jam lalu
id BKKBN,UNPA 2022,Kependudukan, UNP Award
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. (ANTARA/HO-BKKBN)
Jakarta (ANTARA) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meraih Penghargaan United Nations Population Award (UNPA) 2022 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas keberhasilan Indonesia mengatasi masalah penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB).
“Penghargaan Kependudukan dari PBB merupakan buah dari usaha keras dan dukungan kerja sama antarlembaga pemerintah,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.
Hasto menuturkan penghargaan yang diterima BKKBN di UN Headquarter, New York pada Senin (13/6) tersebut adalah bukti nyata bila perkembangan dan pelaksanaan program KB dan kependudukan yang diterapkan di dalam negeri mendapatkan pengakuan dan dukungan dari dunia internasional.
 
UNPA yang telah dua kali diraih oleh Indonesia itu, juga merupakan pengakuan dunia kepada BKKBN atas setiap program kependudukan yang bisa meningkatkan kesadaran dan merancang solusi untuk masalah kependudukan.
Program KB yang diusung BKKBN berhasil menurunkan angka kelahiran total (TFR) secara tajam dari 5,6 menjadi 2,2 kelahiran per perempuan sejak tahun 1970 hingga tahun 2000.
Penurunan angka kelahiran kemudian memperlambat laju pertumbuhan penduduk. Sehingga, dapat memberikan pengaruh positif terhadap kualitas pelayanan publik, baik dari aspek pendidikan, kesehatan serta infrastruktur dan standar hidup masyarakat yang meningkat.
 






2.682 views
2.309 views
1.933 views
1.927 views
993 views

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *