City Vision Hadirkan OOH LED Teknologi AI di Gunung Sahari – IDN Times

Berita Moto GP Hari Ini: Kata Marc Marquez Soal Motor RC213V yang Kurang Kompetitif di MotoGP 2022 – Tribun Jogja
Juni 17, 2022
KONI Papua Dorong Pembentukan Perda Terhadap Peningkatan Prestasi Olahraga – seputarpapua.com
Juni 17, 2022
Show all

City Vision Hadirkan OOH LED Teknologi AI di Gunung Sahari – IDN Times

Regional
Kategori
Event
Channels
DOWNLOAD IDN APP SEKARANG!
Apakah kamu pernah mendengar iklan media luar ruang atau out of home (OOH)? Jika belum, sebenarnya, kita sudah sering terpapar oleh OOH dalam kehidupan sehari-hari. Dari poster, billboard, hingga pesan yang terpampang di transportasi umum, itu termasuk dalam kategori OOH.
Dengan perkembangan teknologi, OOH berbasis digital makin marak di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satu pemeran industri OOH terkemuka di Tanah Air, City Vision, memiliki berbagai inovasi terbaru yang siap menarik mata dan minat mereka yang melihatnya.
OOH memang adalah bentuk periklanan tertua di dunia. Meski begitu, Indonesia masih memandang OOH sebagai metode tradisional dan masih sulit dipandang sebagai media periklanan. Dengan perkembangan teknologi, OOH mengalami banyak perubahan dari segi format, dan analisis data yang akurat demi mencapai audiens yang dituju.
Co-founder City Vision, Meyrick Sumantri, mengatakan bahwa mobilitas masyarakat Indonesia terus meningkat, terlihat dari meningkatnya arus lalu lintas di KRL dan jalanan ibu kota. Oleh karena itu, pionir revolusi industri OOH sejak 2008 ini tak ingin tertinggal dan terus menghadirkan teknologi pairing dan media OOH mutakhir.
“Momen ini tidak kami lewatkan, kondisi terus membaik selama masa pandemik COVID-19,” ungkap Meyrick pada Selasa (14/06/2022).
Jadi, apa yang ditawarkan media OOH oleh City Vision? Pertama, kecerdasan buatan (AI). Meyrick mengatakan bahwa semua aset OOH City Vision telah dilengkapi dengan CCTV berbasis kamera AI untuk menampilkan perhitungan tayangan dinamis.
Dengan teknologi AI, Meyrick yakin para pengguna aset City Vision bisa mengambil data nomor dan jenis kendaraan yang melewati layar LED OOH produksi City Vision, sekaligus menghitung jumlah tayangan iklan. Tidak main-main, AI yang digunakan diproduksi di Amerika Serikat sehingga tak perlu diragukan akurasinya.
“City Vision memasang teknologi deteksi video berbasis AI di semua asset-nya dengan penggunaan teknologi ini membuat OOH makin terukur. Dalam hal ini, City Vision bekerja sama dengan penyedia AI Amerika terbaik,” kata Meyrick.
Kapan dan di mana kita bisa melihat aset OOH City Vision yang cerdas ini? Meyrick membocorkan bahwa aset OOH City Vision yang berteknologi AI ini bisa dilihat di layar LED All New Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Selesai direnovasi, Meyrick menjamin layar LED All New Gunung Sahari mencakup fitur anyar untuk analisis yang lebih baik.
Terletak di depan Golden Boutique Hotel, Meyrick menekankan bahwa LED All New Gunung Sahari ini adalah satu-satunya layar LED yang diletakkan secara strategis di salah satu sudut persimpangan tersibuk di Jakarta.
“Lokasi LED All New Gunung Sahari ini memang sangat strategis dan menjadi primadona, karena masyarakat yang akan ke JI Expo, Ancol, Monas, dan Menteng akan bisa melihat LED All New Gunung Sahari ini,” ujar Meyrick.
Selain AI, LED All New Gunung Sahari menampilkan desain lengkung yang sangat cocok untuk konten OOH berbasis tiga dimensi/3D. Alhasil, Meyrick yakin iklan OOH 3D akan lebih menarik perhatian masyarakat dan penyampaian pesan akan lebih berdampak.
Baca Juga: Inovasi Iklan OOH, Ini yang Menjadi Keunggulan IDN Programmatic OOH
Stella Azasya
Izza Namira
kamu sudah cukup umur belum ?

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.