Dampak Berkembangnya Teknologi Informasi pada Masyarakat – Kompasiana.com – Kompasiana.com

Prediksi Southampton vs Liverpool dan 4 Berita Bola Terkini – Suara.com
Juni 9, 2022
Porprov Kalteng 2023 pertandingkan 28 cabang olahraga – ANTARA Kalimantan Tengah
Juni 9, 2022
Show all

Dampak Berkembangnya Teknologi Informasi pada Masyarakat – Kompasiana.com – Kompasiana.com

Saya Alfian Iqbal Zah yang mempunyai kepribadian yang intovert, saya mempunyai hobi sepak bola dan futsal
Selanjutnya
Tutup
Perkembangan teknologi informasi sudah sangat dikenal.  Perkembangan teknologi informasi pada saat ini memang jauh lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya, dari teknologi masa lalu menuju teknologi yang lebih matang, praktis dan cepat.  Sebuah bukti perkembangan teknologi informasi adalah bahwa warga telah modern dan ada kebutuhan yang tak terbantahkan akan adanya Internet untuk mendukung kebutuhan setiap warga negara, baik dalam kegiatan sosial, pendidikan, bisnis, dll.  Seiring dengan kemajuan teknologi internet, munculah media sosial.  Media sosial adalah media online yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi jarak jauh, proses menghubungkan pengguna satu sama lain, dan proses penerimaan informasi melalui perangkat lunak tertentu dengan menggunakan jaringan internet.  Media sosial sendiri hadir sebagai sarana komunikasi, menghubungkan berbagai pengguna yang sangat luas.  Hubungan yang berlangsung di media sosial memiliki karakteristik yang sama dengan hubungan tatap muka, dan hukum serta norma diakui dan digunakan.  Artinya seluruh anggota yang berinteraksi tetap mengatur perilakunya agar tidak melanggar norma yang berlaku.  Namun, hubungan yang dibangun oleh warga dunia maya dengan menggunakan teknologi internet dapat berdampak pada warga yang kurang bertanggung jawab dan mengisolasi diri mereka dari hubungan mereka dengan warga (Levine, dalam Kollanyi, 2007).  2007).  Kemudian, muncul sikap tidak pantas dalam hubungan yang berlangsung di media sosial, yang sangat menghambat berlangsungnya hubungan sosial.  Seseorang yang menunjukkan beberapa sikap yang tidak pantas dalam suatu hubungan di media sosial dapat berupa pelecehan seksual, intimidasi, penipuan, dll.  Saat ini, cara termudah bagi pelaku untuk bertemu dan berinteraksi dengan anak atau remaja untuk tujuan pelecehan seksual, pornografi, atau prostitusi adalah melalui Internet.  Pelecehan seksual tidak terbatas pada pemerkosaan dan tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh seseorang, beberapa tindakan yang dilakukan dan metode yang ditawarkan sehubungan dengan perilaku seksual yang tidak diinginkan dapat dinyatakan sebagai pelecehan seksual.  Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh UNICEF pada tahun 2011-2013 (Razak, 2014) dari 400 anak dan remaja mengalami cyberbullying saat menggunakan media sosial.
            Secara global, media sosial mencapai 3,2 miliar pengguna aktif pada Januari 2018, dimulai dengan 4 miliar orang menggunakan internet (Kemp, 2018).  Pesatnya perkembangan media sosial juga karena semua lapisan masyarakat dapat memiliki media sendiri.  Beberapa platform media sosial yang paling banyak digunakan oleh remaja saat ini adalah: Facebook, Twitter, Youtube, Line, Instagram, Whatsapp, BBM, dll.  Pelecehan seksual tidak terbatas pada pemerkosaan dan kekerasan fisik yang dilakukan oleh seseorang, tindakan tertentu yang dilakukan dan metode yang ditawarkan sehubungan dengan perilaku seksual yang tidak diinginkan dapat dinyatakan sebagai pelecehan seksual.  Menurut penelitian yang dilakukan oleh firma keamanan digital Norton, 76% dari 1.000 responden wanita di bawah usia 30 tahun mengalami pelecehan seksual online (Aprillia, 2017).  Mengundang dan memblokir obrolan adalah hal biasa dalam konteks penggunaan media sosial.  Tidak jauh berbeda dengan siulan, ungkapan, dan sentuhan yang biasa dilakukan pelaku pelecehan seksual di dunia nyata.  Pelecehan seksual terhadap remaja juga bisa terjadi di jejaring sosial yang sudah menjadi ruang publik di dunia maya.  Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengkaji penggunaan media sosial dan dampaknya terhadap kehidupan sosial warga.  Fokus pertanyaan ini adalah untuk mengungkap kemunculan kembali pelecehan seksual di ruang baru, media sosial remaja.  Penelitian berfokus pada; (1) dampak penggunaan media sosial oleh remaja, (2) pelecehan seksual yang terjadi di media sosial, dan (3) kontrol sosial penggunaan media sosial oleh remaja.

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.