Dani Pedrosa Ungkap Dua Rival Tersulit di MotoGP – Tom Jeffries

Sokong Gaya Hidup Modern, Sembawang Aparthouse Hadir di Jaksel – Kompas.com – KOMPAS.com
Juni 16, 2022
Naturalisasi Macet, Sandy Walsh Curhat Gagal Membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2023 – Bola.com
Juni 16, 2022
Show all

Dani Pedrosa Ungkap Dua Rival Tersulit di MotoGP – Tom Jeffries

Dani Pedrosa memulai debutnya pada 2002 silam di kelas 125cc, dan berhasil mendapatkan gelar pertamanya pada 2003. Itu membuatnya di promosikan ke kelas 250cc pada 2004, dan menjadi juara dunia pada 2005.
Karier pembalap asal Spanyol di MotoGP pun dimulai pada 2006 bersama Repsol Honda dan mengakhirinya pada 2018 lalu.
Selama 16 tahun berada di kejuaraan dunia, ada banyak kenangan yang sulit dilupakan oleh Pedrosa, termasuk rival-rival tangguh yang dihadapinya di trek.
Meski gagal meraih gelar juara dunia di MotoGP, tapi pembalap berjuluk The Little Samurai itu bangga dengan kariernya dan menyebutkan nama-nama yang menggagalkannya dalam meraih titel.
“Salah satu pertarungan terbaik saya adalah melawan Casey Stoner, selalu adil dalam setiap duel dan ini hanya tentang siapa yang tercepat dan tak terlalu rumit,” kata Pedrosa dilansir Motosan.
“Tapi ketika menghadapi Marc Marquez atau Valentino Rossi, terkadang mereka jauh lebih cepat, dan ketika saya memiliki kecepatan yang sama atau lebih baik, mereka akan memblokir jalan dan membuang waktu Anda.
“Seiring berjalannya karier, saya mulai menyadari dan menjadi lebih waspada. Tapi itu bukanlah gaya alami saya.
“Berbeda dengan ketika saya bertarung dengan Casey (Stoner) atau Jorge Lorenzo, di mana itu hanya tentang siapa yang tercepat, tidak terlalu sulit.”
Dani Pedrosa meninggalkan MotoGP ketika teknologi belum berkembang pesat seperti saat ini, yang mana motor sebagian besar dikendalikan oleh elektronik.
Spaniard mendukung perkembangan teknologi, tapi ia juga menginginkan kejelasan mengenai hal tersebut agar tak ada tim lebih unggul dalam hal tersebut.
“Teknologi telah banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir dengan aerodinamika dan semua perangkat baru yang terpasang pada motor, dan kami masih menunggu semuanya menjadi seimbang,” ujarnya.
“Beberapa pabrikan lebih maju daripada yang lain, dan aturan dalam kemungkinan teknologi masih terbuka, jadi kami tidak melihat semua pabrikan mencapai kinerja terbaik dengan kemungkinan teknis.
“Saya ingin melihat aturan teknis diklarifikasi sehingga kami dapat melihat para pembalap bersaing secara langsung, daripada terlalu mengandalkan teknologi yang berbeda.”
Melihat persaingan di MotoGP saat ini, Dani Pedrosa mengatakan pembalap yang paling konsisten dan paling baik memaksimalkan potensi motor akan keluar sebagai juara.
“Anda dapat melihat Enea Bastianini, Pecco Bagnaia dan Fabio Quartararo, mereka pembalap paling stabil di barisan depan,” ucapnya.
“Tapi Anda juga bisa melihat Jack Miller yang cukup konsisten, dan sisanya harus berjuang lebih keras.”
Jack Miller, Ducati Team
Foto oleh: Marc Fleury
Fabio Di Giannantonio Dapat Banyak Hal dari Mugello
Jadwal Balapan Akhir Pekan Ini: MotoGP Tanpa Marquez, Formula E Debut di Jakarta
Bos LCR Akan Rindukan Aksi Marc Marquez
Melalui Kemitraan Formula E, Castrol Dukung Lingkungan Bebas Emisi
Yamaha Klaim YZR-M1 2023 Jauh Lebih Cepat
Dua Balapan ke Depan Krusial bagi Bagnaia untuk Kejar Quartararo
Lampu Hijau untuk Alex Rins Turun di Sachsenring
Demi Kenyamanan Fans, MotoGP Luncurkan Kawasan Tanpa Rokok
Andrea Dovizioso Ungkap Sejumlah Perubahan di MotoGP

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *