Duet Ducati Percaya Diri Hadapi MotoGP Catalunya – Tom Jeffries

Ricky Kurniawan Jabat Ketua Umum KONI Babel – ANTARA Bangka Belitung
Juni 17, 2022
Dibekali Teknologi Mutakhir, AMD Luncurkan AMD Ryzen™ 6000 Series Processors – Kedaulatan Rakyat
Juni 17, 2022
Show all

Duet Ducati Percaya Diri Hadapi MotoGP Catalunya – Tom Jeffries

Pembalap skuad pabrikan Ducati Lenovo Francesco “Pecco” Bagnaia sangat percaya diri menghadapi putaran kesembilan Kejuaraan Dunia MotoGP 2022 di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, akhir pekan ini (3-5/6/2022).
Adalah hasil impresif Bagnaia dengan kemenangan pada balapan kandangnya, GP Italia, akhir pekan lalu. Kemenangan itu membawa peringkatnya naik tiga tingkat menjadi P4 menjelang GP Catalunya.
Seusai mencetak kemenangan keduanya musim ini (sebelumnya GP Portugal), pembalap kelahiran Turin, Italia, tersebut kini tertinggal 41 poin dari juara dunia yang memimpin klasemen, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP).
“Senang bisa kembali menggeber Ducaiti Desmosedici setelah kemenangan penting pekan lalu . Pada 2021, kami sedikit kesulitan di Montmelo (nama lain Sirkuit Catalunya). Tetapi tahun ini kami ke sana saat dalam posisi kuat. Feeling saya terhadap motor juga luar biasa,” ucap Bagnaia.
Francesco Bagnaia, Ducati Team
Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images
Catatan pembalap berusia 25 tahun itu di Sirkuit Catalunya memang tidak begitu memuaskan. Bagnaia belum pernah memenangi balapan di trek sepanjang 4,675 km tersebut.
Sejak turun di kelas MotoGP mulai 2019, hasil finis terbaik Bagnaia di Catalunya hanyalah P6 pada 2020. Tahun lalu, ia hanya melibas chequered flag di posisi ketujuh.   
“Saya berharap feeling bagus ini bisa membantu di Catalunya. Dibanding Mugello, cuaca di Catalunya nanti sepertinya lebih bersahabat. Cuaca kemungkinan besar akan cerah sepanjang akhir pekan. Tetapi, kami harus selalu siap dalam kondisi apa pun,” ucapnya.
Rekan setim Pecco Bagnaia, Jack Miller, akan datang ke Catalunya dengan kondisi sebaliknya. Maklum, di Mugello lalu pembalap asal Australia itu hanya finis P15. Itulah hasil finis terburuk Miller jika mampu menyelesaikan balapan.
Jack Miller, Ducati Team
Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images
Kendati begitu, Miller – yang musim ini sudah mengoleksi dua podium (P3 di GP Amerika dan P2 GP Prancis) – tetap percaya diri mampu tampil bagus di GP Catalunya.
Miller menilai Catalunya trek yang spesial baginya. Selain itu, Miller juga mampu finis P3 tahun lalu, hasil terbaiknya di Catalunya sejak turun di MotoGP mulai 2015.
“Saya sudah melupakan hasil di Mugello dan optimistis menatap GP Catalunya. Karena tinggal di Andorra, saya merasa Catalunya ini seperti balapan kandang,” kata Miller yang kini menempati peringkat kedelapan klasemen dengan 63 poin.
“Bahkan, saya juga sering berlatih di Catalunya dengan Ducati Panigale V4S. Karena itu, saya mengenal betul trek ini, menyukai sirkuit ini karena mampu naik podium tahun lalu. Jadi, saya berharap minimal mampu mengulanginya tahun ini.”
Meskipun dikenal sebagai salah satu trek yang membutuhkan motor bertenaga besar, rekor Ducati sejatinya terbilang tidak istimewa di Sirkuit Catalunya. Sepanjang era MotoGP, mereka hanya empat kali menang.
Loris Capirossi melakukannya pada 2003 diikuti Casey Stoner pada 2007, dalam perjalanan merebut gelar juara dunia. Dua kemenangan terakhir Ducati dibuat beruntun oleh Andrea Dovisiozo (2017) dan Jorge Lorenzo (2018).  
Keputusan Mundur Diyakini Bikin Performa Tim Suzuki Memburuk
Remy Gardner: Tak di MotoGP, Saya Jajaki Opsi Lain
Enea Bastianini Tak Bisa Didampingi Crew Chief di Sachsenring
Di Montreal, Max Verstappen Ingin Red Bull Finis 1-2 Lagi
Dua Balapan ke Depan Krusial bagi Bagnaia untuk Kejar Quartararo
Suzuki Kehilangan Harmoni Usai Keputusan Mundur
Enea Bastianini Tak Bisa Didampingi Crew Chief di Sachsenring
Kawasaki Bantah Lobi Dorna Sports Gantikan Suzuki
Marc Marquez Ingin Buat RC213V Cocok untuk Semua Pembalap Honda

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *