Ekisistensi Teknologi di Masa Transisi Pandemi – Kompasiana.com – Kompasiana.com

Pol Espargaro Buka Kans Pindah ke LCR Honda di MotoGP 2023 – Bola.net
Juni 17, 2022
Velocity Criterium Diharapkan Kembangkan Industri Olahraga – BeritaSatu.com
Juni 17, 2022
Show all

Ekisistensi Teknologi di Masa Transisi Pandemi – Kompasiana.com – Kompasiana.com

Berproses dan belajar secara bersamaan
Selanjutnya
Tutup
Teknologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keterampilan dalam menciptakan alat dan metode yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan manusia. Seiring dengan perkembangan zaman kebutuhan manusia juga ikut mengalami perubahan, yang semula menggunakan teknologi sederhana kini mulai berkembang menjadi teknologi yang lebih hebat dan tentu saja menguntungkan manusia. Hal ini juga dapat dirasakan saat masa pandemi Covid-19 berlangsung, teknologi baru mulai bermunculan dan berlomba-lomba menarik minat masyarakat untuk menggunakannya.
Pandemi Covid-19 memberikan efek yang luar biasa di berbagai sektor, hampir tiga tahun terhitung sejak awal tahun 2020 virus Covid-19 yang berasal dari China itu mulai menyebar di berbagai belahan dunia. Hidup berdampingan dengan virus mematikan, adaptasi kebiasaan baru terpaksa dilakukan untuk bertahan hidup. 
Menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan mengurangi mobilisasi adalah beberapa kebiasaan baru yang diterapkan masyarakat dunia. Hal yang menonjol dari kebiasaan baru ini adalah inovasi teknologi yang hadir ditengah masyarakat, jika dulu sebelum pandemi penggunaan teknologi tinggi hanya dilakukan orang yang bekerja dibidang ini, namun pada saat pandemi hampir setiap kalangan menggunakannya karena tuntutan kewajiban

Perkembangan teknologi pada masa pandemi dapat kita rasakan dampaknya, yaitu ketergantungan hidup terhadap produk teknologi itu sendiri, seperti laptop, komputer serta handphone adalah hal yang tidak bisa ditinggalkan dalam keseharian. 

Mulai dari aktivitas pembelajaran, bekerja, memenuhi kebutuhan pokok, hingga hiburan. Hal itu tidak lepas dari benda yang memancarkan sinar biru itu, seperti contoh kegiatan pada masa pandemi dilakukan dengan jarak jauh atau daring, media yang digunakan macam-macam seperti pemanfaatan produk google, Microsoft dan lain sebagainya. 
Sedangkan pada bidang ekonomi, pada saat ini dikenal dengan istilah WFH (Work From Home). Hal ini dilakukan oleh pegawai swasta, pegawai pemerintahan bahkan para pengusaha. Pada bidang religi, kegiatan peribadatan yang biasanya dilakukan di tempat ibadah untuk sementara waktu harus dilakukan di rumah, Hal ini tentu saja hal baru bagi masyarakat Indonesia, karena seperti yang kita ketahui Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas beragama islam.
Pandemi Covid-19 diprediksikan oleh para ilmuwan selesai pada akhir tahun 2022, meskipun pada realitanya di pertengahan tahun 2022 ini, kehidupan masyarakat sudah berjalan dengan normal meskipun tetap ada SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku. Contohnya adalah kegiatan belajar mengajar pada sekolah dan perguruan tinggi mulai diadakan secara tatap muka, pekerja tidak perlu lagi melakukan WFH, dan konser musik dapat diselenggarakan dengan meriah. Akhir dari pandemi ini memiliki dua kemungkinan terhadap perkembangan teknologi, diantaranya

1. Teknologi Berkembang Semakin Hebat
Perkembangan teknologi setelah masa pandemi akan semakin hebat diiringi dengan perkembangan zaman, jika sebelum masa pandemi pusat kegiatan dilakukan secara langsung dan manual maka setelah pandemi orang-orang mulai beradaptasi menggunakan digital dan mulai serba instan dan otomatis. Setelah pandemi usai, teknologi yang ada pada saat pandemi akan dimaksimalkan lagi formulanya agar lebih mudah dari sebelumnya.
Hal ini terjadi karena adanya perubahan pada pola kehidupan masyarakat pada saat pandemi dan kebiasaan ini terus berlanjut ketika pandemi telah usai. Fenomena ini dapat dimanfaatkan sebagai media untuk perkembangan teknologi itu sendiri, karena pada dasarnya teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia menjalani aktivitasnya.
2. Masyarakat Sulit Beradaptasi

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *