Gandeng Lembaga Riset Jepang, FMIPA UI Kembangkan Teknologi Kompleks – Akurat.co

Apakah Benar Gaya Hidup Vegan Dapat Mencegah Pemanasan Global? – kumparan.com – kumparan.com
Juni 17, 2022
Parenting Style, Gaya Pengasuhan yang Pengaruhi Hidup Anak – Ringtimes Bali – Ringtimes Bali
Juni 17, 2022
Show all

Gandeng Lembaga Riset Jepang, FMIPA UI Kembangkan Teknologi Kompleks – Akurat.co

AKURAT.CO, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berkolaborasi dengan lembaga penelitian Jepang Riken CSRS, dan Riken Center for Advance Photonics (RAP) mengembangkan teknologi kompleks untuk mencegah wabah gugur daun pada pohon karet.
Dekan FMIPA UI, Dede Djuhana mengatakan tujuan kolaborasi ini adalah untuk mengembangan teknologi kompleks guna mencegah dan mengendalikan penyakit gugur daun Pestalotiopsis pada pohon karet melalui proyek SATREPS (Science & Technology Research Partnership for Sustainable Development). 
“Proyek tersebut merupakan skema kerjasama teknis Jepang berdasarkan “Science and Technology Diplomacy” yang ditetapkan pada tahun 2008,” kata Dede Djuhana, melansir dari laman UI, Jumat (17/6)
Proyek SATREPS tersebut didukung dan didanai oleh pihak Japan International Coorporation Agency (JICA) untuk memfasilitasi riset antara peneliti Indonesia dan Jepang.
Yang tentu terlibat dengan Jangka waktu Proyek adalah lima tahun sejak tanggal pengiriman tenaga ahli JICA pertama ke Indonesia atau Kick-off Meeting diadakan. 
Kolaborasi riset ini melibatkan tim dosen dan peneliti juga mahasiswa dari Departemen Geografi, Matematika, Biologi, dan Indonesian Rubber Research Institute (IRRI).
Bentuk kegiatan proyek SATREPS di Indonesia kali ini, yaitu pengembangan senyawa kandidat fungisida baru untuk penyakit gugur daun pohon karet baik kimiawi maupun biologis, pembuatan klon baru Hevea brasiliensis yang menunjukkan ketahanan terhadap penyakit gugur daun.
Selain itu, kegiatan lainnya berup pembangunan sistem deteksi untuk daerah yang terkena penyakit pohon karet dengan analisis pencitraan Artificial Intelligent (AI) menggunakan data yang diperoleh dari artificial satellites dan drone, hingga penguatan dasar untuk penelitian dan pengembangan serta aplikasi praktis dari teknologi yang relevan dan dalam jangka panjang.
Menurut Dede program SATREPS mendukung kebijakan penelitian di FMIPA dan UI secara umum dalam upaya meningkatkan kualitas penelitian. 
Sementara itu, Matsui Minami dari Riken Center for Sustainable Resource Science (CSRS) menyampaikan, kerja sama kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang besar dalam penyelesaian masalah penyakit daun gugur di perkebunan karet di Indonesia. 
“Selain itu, kerjasama dalam pembangunan sumber daya manusia dalam bentuk kunjungan riset, pelatihan, hingga Ph.D., program di Jepang diharapkan dapat segera dilakukan dalam waktu dekat melibatkan staf dari UI,” ujarnya.
Kedua belah pihak berharap hasil dari pengembangan teknologi tersebut nantinya akan tersedia di seluruh Indonesia.
Selain itu juga dapat membantu pemerintah dalam menanggulangi wabah gugur daun karet yang menyerang sejumlah lahan di kawasan sentra produksi.
Dengan begitu, hasil produksi karet global diharapkan kembali melimpah.[]
https://akurat.co

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.