Gaya Hidup Pengaruhi Orang Menggunakan Narkoba – Gaya Tempo.co

Bio Farma Siap Berkolaborasi dengan Zimbabwe untuk Transfer Teknologi Vaksin – Biofarma
Juni 14, 2022
4 Universitas Kedokteran Terbaik Indonesia versi QS WUR, Siapa Nomor 1? – detikcom
Juni 14, 2022
Show all

Gaya Hidup Pengaruhi Orang Menggunakan Narkoba – Gaya Tempo.co

atau cari berdasarkan hari
Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis
TEMPO.CO, Jakarta – Menggunakan narkoba pada usia berapa pun dapat menyebabkan kecanduan. Semakin dini maka semakin besar kemungkinannya untuk berkembang menjadi kecanduan.
Psikolog dari Universitas Indonesia, Kasandra A. Putranto, mengatakan gaya hidup yang buruk dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kecenderungan orang untuk menggunakan, bahkan hingga kecanduan narkoba.
“Gaya hidup yang dimaksud adalah gaya hidup yang kacau, misalnya karena pengangguran, kesulitan keuangan, melakukan kejahatan, dan hubungan sosial yang berpusat di sekitar penggunaan narkoba,” ujar Kasandra.
Dia menambahkan jejaring sosial yang dimiliki juga memainkan peran kunci dalam menentukan jenis gaya hidup yang dijalani. Oleh karenanya, tingkat penggunaan obat-obatan terlarang di jejaring sosial juga dapat mempengaruhi tingkat penggunaan oleh seseorang. Selain itu, faktor keluarga juga dapat mempengaruhi.
“Faktor-faktor seperti tekanan teman sebaya, pelecehan fisik dan seksual, paparan dini terhadap obat-obatan, stres, dan bimbingan orang tua dapat sangat mempengaruhi kemungkinan seseorang menggunakan dan kecanduan narkoba,” jelasnya. “Gejala depresi seperti suasana hati yang buruk juga dapat menyebabkan seseorang menyalahgunakan obat-obatan.”
“Hal ini terutama bermasalah bagi remaja. Karena area di otak yang mengontrol pengambilan keputusan, penilaian, dan pengendalian diri masih berkembang, remaja mungkin sangat rentan terhadap perilaku berisiko, termasuk mencoba narkoba,” ujar Kasandra.
Padahal, kecanduan narkoba sudah pasti menimbulkan efek negatif. Dalam jangka pendek, pecandu narkoba akan mengalami perubahan nafsu makan, sulit tidur, peningkatan detak jantung, perubahan kemampuan kognitif, masalah hubungan, kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya menyenangkan, hingga ketidakpedulian terhadap rasa sakit emosional atau fisik.
Sedangkan jangka panjangnya, kecanduan narkoba akan membangun toleransi terhadap obat sehingga konsumsi obat cenderung menjadi lebih banyak. Kemudian masalah pernapasan, kejang, paranoid, insomnia jangka panjang, berbagai penyakit yang menyerang organ tubuh, hingga overdosis dan kematian.
Untuk itu, Kasandra mengingatkan agar tak terjerumus menggunakan narkoba, orang tentu perlu melakukan upaya pencegahan seperti mengembangkan persahabatan dan hubungan yang sehat.
“Kemudian juga mencari bantuan profesional jika merasa memiliki gangguan atau tekanan psikologis, mendalami pengetahuan tentang setiap faktor risiko, dan mempertahankan kehidupan yang seimbang,” tegasnya.
Baca juga: Kecanduan Makanan Tertentu, Awas Gejala Kanker
 
 
Dapatkan ringkasan berita eksklusif dan mendalam sesuai dengan topik pilihan Anda dengan membaca newsletter pilihan Tempo
Pilih Topik
Milenial dan Gen Z Pilih Grab sebagai Aplikasi dengan Produk dan Layanan Terbaik
Tempo Media Group © 2017

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *