Gaya Hidup yang Diperlukan Agar Pencernaan Sehat – Kompas.com – Lifestyle Kompas.com

Sports Mole Prediksi Yordania Menang 2-1 atas Kuwait, Ini Analisis, Berita Tim, dan Susunan Pemainnya – Jurnal Soreang – Jurnal Soreang
Juni 15, 2022
Puan Dorong Cuti Ibu Hamil Jadi 6 Bulan – detikNews
Juni 15, 2022
Show all

Gaya Hidup yang Diperlukan Agar Pencernaan Sehat – Kompas.com – Lifestyle Kompas.com

Gaya Hidup yang Diperlukan Agar Pencernaan Sehat
KOMPAS.com – Saluran cerna yang sehat bukan hanya penting agar mampu mencerna dan menyerap makanan, tetapi juga sebagai sistem pertahanan tubuh.
Sayangnya, masalah pada pencernaan termasuk dalam penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat, terutama dispespia (penyakit maag), hingga Gerd.
Dijelaskan oleh Senior Director, Worldwide Nutrition Education and Training, Herbalife Nutrition, Susan Bowerman, dengan menjaga pola makan yang benar dan juga gaya hidup sehat, kita bisa menjaga kesehatan saluran cerna.
“Jaga pencernaan dengan cukup menyediakan makanan yang kaya akan serat, memastikan cukup cairan dan olahraga yang teratur. Selain itu, sistem pencernan perlu mendapatkan sumber probiotik,” kata Susan dalam keterangan pers.
Baca juga: Lebaran Berakhir, Waspadai 5 Jenis Gangguan Pencernaan pada Anak
Untuk serat, orang dewasa disarankan makan 30 gram per hari dengan berbagai jenis sumber makanan. Sebab, beberapa serat memiliki efek berbeda pada tubuh.
“Beberapa serat, seperti yang ditemukan dalam makanan seperti apel, jeruk, kentang, gandum, dan kacang-kacangan dapat membantu mengurangi rasa lapar, sementara serat yang ditemukan sayuran dan biji-bijian membantu memindahkan makanan melalui usus, sehingga sangat membantu mencegah sembelit,” ujarnya.
Selain itu, kita juga harus mengonsumsi cukup cairan, minimal 8 gelas air putih, di luar minuman berkalori lainnya seperti teh atau kopi.
Sistem pencernaan juga membutuhkan probiotik atau bakteri baik. Selain yogurt, bakteri baik juga ditemukan dalam makanan fermentasi lainnya, seperti produk kedelai yang difermentasi (tempe), makanan acar dari mentimun atau kubis yang difermentasi (sauerkraut atau kimchi), serta suplemen makanan probiotik.
Baca juga: Prebiotik dan Probiotik, Apa Bedanya?
Susan juga mengingatkan agar pola makan sehat itu diimbangi dengan olahraga teratur. Sebab, olahraga mendukung pencernaan dalam berbagai cara.
“Saat otot Anda berkontraksi dengan menarik nafas yang dalam selama aktivitas, kontraksi alami otot usus akan dirangsang, yang membantu untuk memindahkan makanan melalui sistem tubuh,” katanya.
 

Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan.
Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Kunjungi kanal-kanal Sonora.id
Motivasi
Fengshui
Tips Bisnis
Kesehatan
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *