Indonesia Sepakat Lanjutkan Ekspor Minyak Sawit ke Pakistan – Berita Terbaru – The Nation – memo-x

'Semoga Prestasi Olahraga Indonesia Lebih Oke, Pak Menpora' – detikSport
Juni 16, 2022
Padukan Teknologi dan Fesyen, Asics Rilis Rangkaian Sepatu Sportstyle – Suara.com
Juni 16, 2022
Show all

Indonesia Sepakat Lanjutkan Ekspor Minyak Sawit ke Pakistan – Berita Terbaru – The Nation – memo-x

memo-x
Berita, komentar, dan fitur terbaru dari The Memo X
Islamabad – Indonesia telah sepakat untuk melanjutkan ekspor minyak sawit ke Pakistan dalam kunjungan Mr. Murtaza Mahmood, Menteri Federal untuk Industri dan Produksi, yang memimpin delegasi ke Jakarta.
Dua pengiriman minyak sawit yang membawa 30.000 dan 27.000 berangkat ke Pakistan pada hari Selasa. Sebanyak 8 pengiriman lainnya diperkirakan akan tiba di Karawang sebelum akhir Juni 2022, demikian siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa dari Jakarta. Atas instruksi khusus Perdana Menteri (Perdana Menteri) Muhammad Shahbaz Sharif, Menteri Federal untuk Industri dan Produksi Makhdoom Syed Murtaza Mahmood memimpin delegasi ke Jakarta dari 12 hingga 14 Juni 2022. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak bencana baru-baru ini. Keputusan Pemerintah Indonesia untuk melarang ekspor minyak sawit akan mempengaruhi ekonomi Pakistan dan memastikan aliran komoditas yang stabil ke pasar Pakistan. Pakistan adalah importir terbesar ketiga minyak sawit Indonesia. Pada 2021, Pakistan mengimpor 2,78 juta ton minyak sawit dari Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Perindustrian dan Produksi Federal Syed Murtaza Mahmood bertemu dengan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, Menteri Perindustrian Agus Gumwang Kartasmita, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Perwakilan negara pengekspor minyak sawit terbesar ke Pakistan dan Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia juga mengundang menteri. Dalam interaksinya dengan Menteri Perdagangan Indonesia, menyoroti hubungan historis dan persaudaraan yang kuat antara Pakistan dan Indonesia, Murtaza Mahmood menekankan bahwa Pakistan, sebagai pasar terbesar ketiga untuk minyak sawit Indonesia, sangat bergantung pada minyak sawit Indonesia. Dia membuat menteri Indonesia peka terhadap situasi minyak nabati di Pakistan, dan menunjukkan bahwa keputusan Indonesia untuk melarang ekspor minyak sawit selama sebulan telah berdampak negatif terhadap stok minyak nabati di Pakistan. Bahkan setelah larangan dicabut pada 23 Mei 2022, eksportir masih menghadapi hambatan regulasi dan logistik. Dia mendesak lawan bicaranya dari Indonesia untuk memfasilitasi dimulainya kembali pengiriman minyak sawit ke Pakistan sesegera mungkin dengan menghilangkan hambatan. Menanggapi hal tersebut, Menkeu menekankan bahwa Indonesia sangat mementingkan hubungannya dengan Pakistan dan siap untuk memastikan aliran minyak sawit Indonesia ke Pakistan secara berkelanjutan.
| Dua pengiriman minyak sawit yang membawa 30.000 dan 27.000 berangkat ke Pakistan pada hari Selasa
Dia menyatakan bahwa setelah menyelesaikan prosedur yang diperlukan, pengiriman pertama minyak sawit diharapkan dapat berlayar ke Pakistan dalam waktu 24 jam. Menkeu menambahkan, pihaknya akan memastikan pengiriman pertama meninggalkan pelabuhan Indonesia keesokan harinya. Menkeu juga menekankan bahwa Pakistan akan menjadi negara tujuan ekspor komoditas pertama, setelah dikeluarkannya peraturan ekspor yang baru.
“Ahli TV. Pengacara zombie. Penggemar web. Ahli bir bersertifikat. Pembaca yang bangga. Penggemar alkohol. Pengusaha pemenang penghargaan.”
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.







source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *