Jabar Hari Ini: Misteri TNT di Gedung Tua-Penculikan ABG di Tasik – detikcom

Berita Terkini Honda ADV 160, Sudah Bisa Dipesan Lewat Dealer Jakarta? – Motorplus – Motorplus-Online
Juli 1, 2022
Rumor MotoGP: Miller Pergi, Bastianini Gabung Ducati – CNN Indonesia
Juli 1, 2022
Show all

Jabar Hari Ini: Misteri TNT di Gedung Tua-Penculikan ABG di Tasik – detikcom

Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini. Mulai dari penemuan bahan peledak TNT di sebuah gedung di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung hingga aksi penculikan ABG di Tasikmalaya gegara masalah utang.
Berikut rangkuman Jabar Hari Ini:
Polisi menemukan bahan peledak TNT dari sebuah gedung di kawasan Asia Afrika. Benda berbahaya tersebut lalu dibawa tim gegana Polda Jabar.
“Ditemukan di TKP sudah dicek temen-teman Gegana beberapa bahan TNT ada yang sudah mencair,” ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung di lokasi penemuan, Senin (6/6/2022).
Selain bahan peledak, polisi juga menemukan sepucuk senjata api beserta peluru. Namun, Aswin belum menyimpulkan jenis senjata api tersebut.
“Ditemukan di TKP sudah dicek temen-temen gegana ini sejumlah peluru tajam yang menurut hasil olah TKP masih aktif,” katanya.
“Nanti diteliti dan didalami. Pasti senjata tapi jenisnya nanti diteliti lebih lanjut,” ucapnya.
Polisi lalu mengungkap asal-usul penemuan TNT itu. Rupanya, temuan itu pertama kali dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
“Jadi memang kemarin itu ada laporan dari Kanit di BNPT yang menginformasikan ada penemuan bahan peledak,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo.
Ibrahim menambahkan berdasarkan informasi itu Polda Jabar menerjunkan tim gegana untuk melakukan pengecekan.
“Dari informasi tersebut dilaporkan kepada intel, dan dicek, setelah dilakukan pengecekan, bahwa betul itu merupakan bahan peledak,” tutur dia.
Di lokasi, selain bahan peledak jenis TNT, gegana juga menemukan granat.
“Dipastikan bahwa itu merupakan bahan-bahan peledak, jadi seperti ada peluru, detonator, granat,” ungkapnya.
Hingga kini, polisi tengah mendalami pemilik bahan peledak hingga senjata api dan peluru yang ditemukan di sebuah gedung tua di Bandung. Pemilik benda berbahaya tersebut masih misterius.
“Untuk penelusuran kepemilikannya itu sedang kita lakukan pendalaman,” terang Ibrahim Tompo.
Kolonel Inf Priyanto divonis seumur hidup dan dipecat dari TNI terkait perkara kasus pembunuhan sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) di Nagreg, Jawa Barat. Priyanto dinyatakan bersalah membunuh Handi dan Salsa
“Menyatakan Terdakwa Kolonel Inf Priyanto secara hukum telah terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kesatu pembunuhan berencana dilakukan secara bersama sama sebagaimana dalam dakwaan primair dalam dakwaan ke satu primair dan kedua perampasan kemerdekaan orang lain yang dilakukan bersama sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua dan ketiga menghilangkan mayat dengan maksud menyembunyikan kematiannya yang dilakukan bersama sama. memidana terdakwa oleh krn itu dengan pidana pokok penjara seumur hidup pidana tambahan dipecat dari dinas militer,” ujar ketua majelis hakim Brigjen Faridah Faisal di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (7/6/2022).
Priyanto dinyatakan bersalah melanggar Pasal 340 KUHP, Pasal 333 KUJP, Pasal 333 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP. Selain vonis seumur hidup, Priyanto dipecat dari dinas TNI.
“Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan pidana pokok penjara seumur hidup. Pidana tambahan dipecat dari dinas militer,” ujar majelis hakim.
Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Priyanto terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana, merampas kemerdekaan, serta menghilangkan mayat Handi dan Salsa.
“Menyatakan Terdakwa Kolonel Inf Priyanto secara hukum telah terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kesatu pembunuhan berencana dilakukan secara bersama sama sebagaimana dalam dakwaan primer dalam dakwaan kesatu primer,” jelas hakim
“Dan kedua, perampasan kemerdekaan orang lain yang dilakukan bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua dan, ketiga, menghilangkan mayat dengan maksud menyembunyikan kematiannya yang dilakukan bersama-sama,” sambungnya.
Kasus ini bermula ketika Kolonel Priyanto dan dua anak buahnya menabrak Handi dan Salsa di Nagreg. Bukannya menolong korban, Kolonel Priyanto cs malah membawa mereka hingga keluar dari Jabar dan membuang tubuh kedua korban ke anak Sungai Serayu. Salsa dibuang ke sungai dalam kondisi meninggal dunia.
Handi diduga dibuang ke sungai dalam kondisi masih hidup. Jasad kedua korban ditemukan di Sungai Serayu. Dari ketiga tersangka, diketahui Kolonel Priyanto-lah yang menolak membawa Handi-Salsa ke rumah sakit setelah kecelakaan akibat tabrakan dengan mobilnya. Dia juga yang memiliki ide membuang tubuh Handi-Salsa ke sungai.
Puluhan emak-emak di Kabupaten Bandung diduga menjadi korban arisan bodong. Kerugian dari puluhan member diperkirakan mencapai sekitar Rp 2 miliar dengan korban mencapai 76 orang.
Salah satu korban arisan bodong, Eka (24) mengatakan pelaku dengan inisial RNA mengelabui korbannya dengan iming-iming akan mendapatkan keuntungan. Namun, kata dia, hal tersebut malah menjadi buntung hingga puluhan juta per orangnya.
“Kerugiannya, saya modal itu Rp 45 juta, kalau dapat keuntungan mentok Rp 70 jutaan,” ujar Eka saat dikonfirmasi, Selasa (07/6/2022).
Eka mengikuti arisan tersebut pada bulan Desember tahun lalu. Dia menyebut owner atau pelaku mempunyai member yang banyak.
“Contohnya si orang itu dapat bulan Agustus, tapi masih bulan Februari, kan masih lama, lalu dijual dengan modus perlu uang buat hajat, dan lain-lain,” ucapnya.
Eka mengungkapkan awal jadi member arisan bodong saat pelaku memiliki usaha online shop. Pelaku juga selalu mengunggah testimoni arisan yang baik-baik.
“Awal jadi member, aku temen SMA nya, emang dia jualan online shop gitu, sering lihat postingannya pertamanya beli barangnnya. Ke sininya ia posting testimoni arisan, lumayan kan untungnya, kurang mantap gimana kan, itung-itung nolongin orang, nabung, dapat untung. Nolongin orang karena orangnya lagi butuh,” ucapnya.
Eka pun langsung menanyakan ke pelaku RNA terkait kebenaran arisan tersebut. Setelah dapat jawaban, pihaknya langsung ikut arisan tersebut.
“Nah saya nanyain, itu emang iya, ia jawabnya bener soalnya sekarang banyak orang yang butuh. Pikiran saya kan memang banyak yang butuh, soalnya kata dia urgent banget buat hajat, ya sudah dibeli sama aku lumayan nungguin 2 minggu,” kata Eka.
“Jadi dari saya punya emas ya udah we jual buat itu, jadi nunggunya teh gak lama 2 minggu atau sebulanan lah. Nah aku tuh dari 45 juta itu, tgl 6, 7, 8, 9, 10, sampai tanggal 27 menang teh, dalam bulan maret, eh ternyata pas bulan maretnya terkuak,” tambahnya.
Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo mengatakan saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan. Pihaknya tidak ingin salah langkah dalam menangani kasus tersebut.
“Saat ini karena masih dalam penyelidikan, jangan sampai kami juga salah langkah ketika setelah kami tangkap, ternyata korbannya tidak melaporkan, tapi harus kami pantau,” ujar Kusworo, di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (7/6/2022).
Erwin (42) harus mendekam di penjara. Warga Tawang, Tasikmalaya ini nekat menculik seorang anak gegara orang tua korban tak kunjung membayar utang kepadanya.
Erwin nekat mencuri GP (17) warga Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya di rumahnya sebagai jaminan agar orang tua korban lekas membayar utangnya. Orang tua korban memiliki uang senilai Rp 82 juta kepada pelaku.
“Orang tua korban punya utang dan pelaku ambil anaknya dengan harapan akan bayar utang,” ujar Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono, Selasa (7/6/2022).
Peristiwa penculikan itu terjadi di rumah korban pada Selasa (24/5) malam pukul 23.00 WIB. Pelaku berencana menagih utang kepada orang tua korban, tetapi yang ditemui hanya GP.
“Saat itu, pelaku E mengancam korbannya dengan memberikan pilihan. Agar korban mau ikut pelaku memperhatikan peluru dan borgol yang sudah disiapkan pelaku. Itu agar korban ikut dengan pelaku dan dijadikan jaminan, dan ditebus oleh orang tua korban,” ucap Rimsyahtono.
“Tujuan menculik korban ini agar ayah korban bisa menemui pelaku dan membayar utangnya kepada pelaku,” ujarnya melanjutkan.
Atas perbuatannya pelaku diancam dengan pasal 328 KUHPidana penculikan. Saat ini korban tengah mendpatkan bimbingan psikologi di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk menyembuhkan tarumanya.
Sesosok hewan diduga Harimau Jawa dikabarkan muncul kembali di Sukabumi. Akun media sosial Dinas Kehutanan Jabar yang membagikan informasi hewan bernama latin Panthera tigris sondaica muncul setelah dinyatakan punah puluhan tahun silam.
Dinas Kehutanan Jabar mengaku menerima laporan ada warga melihat penampakan harimau di Kabupaten Sukabumi. Penampakan diduga harimau Jawa itu dilaporkan terjadi pada 19 Agustus 2019.
Tak hanya satu orang, kabar ini juga dibenarkan empat saksi lainnya. Bahkan pada 27 September 2019 ditemukan satu hela yang diduga merupakan bulu harimau Jawa yang tersangkut pada ranting.
Ada juga jejak cengkeraman kuku pada batu di lokasi penemuan. Ada dua jejak kuku, yaitu pertama ada tiga goresan dan kedua ada tiga goresan kecil kuku.
Kabar penemuan ini turut langsung direspons Kasubag Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan BKSD Jawa Barat, Halu Uleo. Pihaknya mengatakan telah memasang camera trap di beberapa titik di lokasi yang diduga menjadi tempat munculnya harimau.
“Informasi terkait harimau, dari pemantauan teman-teman di lapangan dengan camera trap, yang didapat hanya macan tutul bukan harimau,” kata Halu melalui sambungan telepon kepada detikJabar.
Terkait sampel yang ditemukan di lapangan, Halu mengatakan sampel tersebut masih dalam penelitian pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Kita sudah mengirim sample bulu di lapangan untuk mengecek apakah dari harimau itu atau bukan. Masih di Lab Brin badan riset. Masih tahap penelitian bulunya, sampai sejauh ini belum ada perkembangan. Menunggu hasil BRIN, masih mencari pembanding untuk samplenya,” pungkasnya.

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.