Jangan Dipijat, Ini 6 Tips Cegah Cedera Saat Olahraga – JawaPos

Jaga Keamanan Data, BRI Gunakan Teknologi Terkini dan Standar Internasional – Radar Solo
Juni 19, 2022
Terkini Bisnis: Garuda Negosiasi Utang 143 T, Zulkifli Hasan Soal Harga Melonjak – Bisnis Tempo.co
Juni 19, 2022
Show all

Jangan Dipijat, Ini 6 Tips Cegah Cedera Saat Olahraga – JawaPos

JawaPos.com – Saat kaki terkilir atau otot keseleo ketika berolahraga, umumnya seseorang langsung memijat area yang sakit. Padahal hal itu kurang tepat secara medis. Agar tak mengalami cedera saat berolahraga, ada beberapa tips jitu yang bisa dilakukan.
Dalam keterangan tertulis PT Taisho Pharmaceutical Indonesia (Taisho) Counterpain, Selasa (24/5), dalam menangani cedera yang baik, dalam berlatih maupun berkompetisi, kerap terjadi cedera mengingat setiap atlet melakukan aktivitas fisik yang cenderung berat. Cedera yang terjadi pada atlet harus ditangani secepat mungkin dengan pengelolaan cedera yang baik, sehingga atlet dapat kembali pulih dan siap untuk bertanding kembali dan meraih prestasi terbaik.
Penyebab Cedera
Kebanyakan cedera terjadi pada sistem otot dan rangka tubuh saat berolahraga. Cedera tersebut dapat diakibatkan secara tidak sengaja, seperti kurang pemanasan dan latihan yang melebihi kapasitas.
Cedera juga dapat terjadi karena suhu panas. Contoh cedera olahraga adalah keseleo, terkilir, cedera lutut, cedera tendon, dislokasi, patah tulang, hingga dehidrasi dan stroke karena suhu udara yang panas.
Jangan Dipijat
Penanganan cedera di saat olahraga dan tips menjalankan latihan fisik dengan baik, benar, terukur dan teratur (BBTT).
Cedera olahraga seperti keseleo, terkilir dan memar yang seringkali menggunakan terapi hangat adalah tidak tepat, di mana seharusnya pada 72 jam pasca cedera olahraga dengan manifes pembengkakan dan radang. Terapi dingin-lah yang harus dilakukan agar mencegah terjadinya pembengkakan dan peradangan pada area tersebut.
Ada beberapa hal yang jangan dilakukan saat cedera. Apa saja?
NO HARM yakni NO Heat atau jangan dikompres panas
NO Alcohol yakni jangan mengkonsumsi Alkohol
NO Run yakni jangan melakukan latihan olahraga pada bagian tubuh yang cedera, dan
NO Massage yakni jangan melakukan pemijatan pada area yang cedera.
“Jika tidak terjadi pembengkakan atau radang akut, maka terapi panas bisa menjadi pilihan masyarakat. Sehingga kita berharap masyarakat menjadi jauh lebih cerdas dan paham pentingnya penanganan cedera olahraga dengan terapi panas dan dingin,” ungkap Sonny Adi Nugroho dari Taisho.
Berikut beberapa tips mencegah terjadinya cedera olahraga :
1. Menetapkan target yang realistis sesuai kondisi masing-masing, dan peningkatan target dilakukan secara berkala.
2. Merencanakan dan mempersiapkan saat memulai program atau jenis olahraga baru, dan memastikan telah mempelajari teknik tepat yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan jenis olahraga tersebut.
3. Melakukan pemanasan dan pendinginan, agar otot tidak mudah tegang dan guna meningkatkan fleksibilitas.
4. Menggunakan waktu secara bertahap dalam meningkatkan tingkat pelatihan untuk mencegah stres pada tulang, persendian dan otot.
5. Mendengarkan sinyal tubuh jika dirasakan stres yang berlebih, khususnya jika persendian terasa tidak normal.
6. Bila olahraga di suhu udara tropis maka perhatikan metode pendinginan suhu tubuh saat olahraga agar terhindar dari dehidrasi hingga stroke karena suhu udara panas.
Editor : Nurul Adriyana Salbiah
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Saksikan video menarik berikut ini:
© PT Jawa Pos Grup Multimedia

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.