Menkominfo: Adopsi Teknologi Digital Perlu Didukung Regulasi yang Kuat – Investor Daily

Berita MotoGP: Marc Marquez Kembali Alami Diplopia, Berapa Lama Harus Absen? – Sport Tempo.co
Juni 9, 2022
BREAKING NEWS: Timnas Indonesia Batal Ikut Piala AFF U23 2022 – Kompas.com – Kompas.com
Juni 9, 2022
Show all

Menkominfo: Adopsi Teknologi Digital Perlu Didukung Regulasi yang Kuat – Investor Daily

Anda belum login
Anda belum login
Sign InorSign Up
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Pencarian
INVESTOR.id
Menkominfo Johnny G Plate (tengah), dalam Asia Tech x Summit: Technology, Society and The Role of Policy yang berlangsung dari Millenia, Singapura. (IST)
JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), terus mendorong pemanfaatan infrastruktur digital yang telah dibangun secara masif di Tanah Air, salah satunya bagi UMKM. Namun, pemanfaatannya juga perlu didukung dengan regulasi yang kuat.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, pengembangan digitalisasi sektor hilir untuk e-commerce, financial technology, education technology, dan tele-health perlu didukung dengan regulasi yang kuat. Hal ini disampaikan dalam acara Asia Tech x Summit: Technology, Society and The Role of Policy yang berlangsung dari Millenia, Singapura.
"Di Indonesia, pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang secara masif harus bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, khususnya oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi penyumbang 60% dari gross domestic product (GDP) nasional," kata Johnny, dikutip Rabu (1/6/2022).
Baca juga: Airlangga: UMKM Digital Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional
Menurut dia, keberpihakan kepada pelaku UMKM juga telah dilakukan oleh negara-negara besar, seperti dilakukan Jerman. Dengan memanfaatkan teknologi digital, pemerintah membantu pelaku UMKM agar bisa meningkatkan skala usahanya.
Johnny pun menekankan adanya perlindungan terhadap pelaku UMKM dalam pemanfaatan teknologi digital, terutama perlindungan dari serangan siber. Hal ini perlu dilakukan karena mereka tidak mempunyai pembiayaan sebesar dan sistem secanggih perusahaan teknologi global.
Regulasi dan kebijakan dari para pemerintah pun diperlukan untuk tidak memberikan tempat atau ruang yang nyaman bagi para pelaku kriminal siber, terutama yang menyasar pelaku UMKM .
“Untuk itu, perlu ada regulasi yang kuat, adopsi teknologi yang canggih, termasuk di dalamnya diperlukan teknologi enkripsi yang memadai dan tersedianya talenta-talenta yang dibutuhkan, baik jumlah maupun kualitasnya," tegasnya.
Menkominfo mengungkapkan, serangan siber masih berlangsung terus setiap detik, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, serta tahun. Bahkan, serangan siber tidak saja terjadi di Indonesia, negara-negara anggota Asean, tetapi juga terjadi di seluruh negara di dunia.
"Di negara maju pun, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, banyak terjadi cyber attack, maka seluruh pembuat kebijakan harus memastikan jangan membuka safe-haven bagi cyber kriminal ini, jangan! Tetapi yang perlu dilakukan adalah mengambil langkah tegas berupa aturan dan mengimplementasikannya," tutur Johnny.
Keamanan Digital
Dia melanjutkan, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak buruk terhadap perekonomian, kesehatan, masyarakat, bahkan hingga rantai pasok (supply chain) dan logistik.
Namun, pandemi juga mendorong migrasi ruang fisik ke ruang digital di Indonesia, Asean, bahkan di dunia. Karena itu, pejabat pemerintah, pemimpin perusahaan global, dan komunitas, terus saling berdiskusi mengenai isu keamanan digital.
“Asean sudah punya digital framework dalam Asean Digital Roadmap. Meskipun bukan mandatori, mudah-mudahan di antara para pemimpin ini bisa punya  pemahaman sama agar kesepakatan Indonesia bisa menjadi bagian dari kesepakatan Asean dan kesepakatan Asean menjadi sumbangsih kita,” tambahnya.
Dia menjelaskan, dalam rangkaian Presidensi G20 Indonesia, para peserta Digital Economy Working Group (DEWG) telah membuka ruang diskusi dan pembahasan mengenai pemanfaatan teknologi dan talenta digital serta pelindungan data.
Baca juga: Transformasi Digital Harus Didukung Pertahanan Siber Nasional yang Kuat
Kemenkominfo, sebagai pengampu isu bidang digital, pun mengusung tiga pembahasan, yaitu Connectivity and Post Covid-19 Recovery, Digital Skills and Digital Literacy, dan Cross-Border Data Flow and Data Free-flow with Trust.
“Dalam isu ketiga, yaitu Cross-Border Data Flow and Data Free-flow with Trust, ini juga berhubungan erat dengan cyber security, sehingga kita harus mengambil kebijakan yang sama dan berkolaborasi di antara para pemimpin dunia,” tegas Johnny.
Pada kesempatan tersebut, Menkominfo juga mengapresiasi sesi diskusi ATxSummit: Technology, Society and the Role of Policy. Diskui dapat membangun komunikasi yang intens serta menghasilkan kolaborasi yang kuat di antara pemimpin sektor digital dalam negeri maupun antarnegara.
“Kita tidak membuka ruang bagi serangan siber. Hal ini yang harus kita cegah bersama-sama, dan tadi, Deputy Prime Minister of Singapore HE Heng Swee Keat juga membicarakan hal yang sama,” pungkas Johnny.
Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)
Sumber : Investor Daily
Berita Terkait
Venteny dan Danamon Jalin Kerja Sama Strategis untuk Dukung UMKM  
BLU DJPb: Industri Kelapa Sawit Memberikan Andil 3,5% ke PDB Nasional
Kolaborasi dan Inovasi, Kunci Utama untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif
Pasar Rakyat Grab|OVO Bersama Mitra10 Semarakkan UMKM Semarang
Terpopuler
01
Dibeli Grup Salim, Saham Bumi Resources Minerals (BRMS) Menggeliat
Selasa, 7 Juni 2022 | 16:01 WIB
02
Wah, Unilever (UNVR) Jual Aset!
Selasa, 7 Juni 2022 | 22:43 WIB
03
Lo Kheng Hong Tambah Saham Petrosea (PTRO)
Selasa, 7 Juni 2022 | 10:50 WIB
04
Siap-siap Enam Emiten BUMN Berencana Rights Issue di Semester II, Ini Daftarnya…
Selasa, 7 Juni 2022 | 14:55 WIB
05
GOTO Caplok Saham Start-up USS Networks
Rabu, 8 Juni 2022 | 13:39 WIB
Terkini
Reliance Sekuritas: IHSG Menguat, Saham-saham Pilihan Ini Berpotensi Naik
Kamis, 9 Juni 2022 | 08:38 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 Jadi Rp 983.000 Per Gram 
Kamis, 9 Juni 2022 | 08:31 WIB
Saham Pilihan untuk Trading 9 Juni dan Target Harganya
Kamis, 9 Juni 2022 | 08:29 WIB
Dear Nasabah, Waspadai Penipuan Penawaran Upgrade Jadi Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas
Kamis, 9 Juni 2022 | 08:23 WIB
Pilarmas: IHSG Menguat Terbatas, Simak Saham-saham Pilihan Berpotensi Cuan
Kamis, 9 Juni 2022 | 08:10 WIB
Copyright ©2022 Investor Daily. All Rights Reserved

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.