Mindful Lifestyle, Gaya Hidup yang Bikin Penasaran – Kompasiana.com – Kompasiana.com

Klasemen Sementara Runner-up Terbaik Kualifikasi Piala Asia 2023 di Matchday Pertama, Timnas Indonesia dan Thailand Masuk Daftar – Bola Okezone
Juni 11, 2022
Panglima Andika Tegaskan Wal Paspampres Aniaya Sekuriti Dikenakan Semua Pasal Termasuk Senjata! – Tribun MedanTV
Juni 11, 2022
Show all

Mindful Lifestyle, Gaya Hidup yang Bikin Penasaran – Kompasiana.com – Kompasiana.com

Metta, Karuna, Mudita, Upekkha
Selanjutnya
Tutup

Gaya hidup mindful saat ini menjadi tren dunia, mindful terkait erat dengan istilah mindfulness. Jika “mindfulness” dicari di google, ada 2.5 milyar temuan, temuan yang sangat banyak.
Di Indonesia sering diterjemahkan mindful lifestyle sebagai hidup berkesadaran, menjalani hidup dengan sadar. Mindfulness di Barat mungkin baru dikenal belakangan ini, di negara kita sudah ada istilah yang jauh lebih mewakili, yaitu eling lan waspodo kosa kata bahasa Jawa.

Dari laman mayoclinic.org kata mindfulness diartikan sebagai:

Mindfulness adalah jenis meditasi di mana Anda fokus untuk menjadi sangat sadar akan apa yang Anda rasakan dan rasakan saat ini, tanpa interpretasi atau penilaian. Mempraktikkan perhatian penuh melibatkan metode pernapasan dan praktik lain untuk merilekskan tubuh dan pikiran serta membantu mengurangi stres.

Menyebutkan secara jelas bahwa mindfulness adalah praktek meditasi yang menempatkan pikiran pada yang dikerjakan saat ini tanpa melakukan penilaian apapun, hanya mengamati apa adanya.
Sati adalah pikiran yang berada pada saat ini, silahkan baca penjelasan lebih lanjut di Apa sih yang dilatih dalam meditasi?

Pikiran seringnya tidak berada pada saat ini, mengenang masa lalu atau mengembara ke masa depan. Pikiran yang mengenang masa lalu, hanya mendatangkan penyesalan. Jika masa lalu adalah indah, menyesal mengapa sudah berlalu. Jika masa lalu adalah menyedihkan, menyesal mengapa terjadi.
Sebaliknya khawatir muncul, saat pikiran mengembara ke masa depan. Jika masa depan adalah indah, khawatir tidak terjadi. Jika masa depan adalah buruk, khawatir akan terjadi.
Mengenang masa lalu, mengembara ke masa depan hanya mendatangkan kegelisahan. Masa lalu sudah berlalu, tidak mungkin kembali, masa depan belum tentu terjadi.
Saat ini adalah titik temu antara masa lalu dan masa depan. Menguasai saat ini, berarti menguasai masa lalu dan masa depan. Hasil masa lalu adalah saat ini, apa yang dilakukan saat ini akan dipetik pada masa depan.

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.