Ngeri! Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Mirip Liverpool Racikan Jurgen Klopp, Kok Bisa? – Bola.net

Era Industri 4.0, Teknologi Blockchain Mampu Dorong Perekonomian Nasional – Republika Online
Juni 8, 2022
Peran Penting Teknologi Atasi Persoalan Limbah Makanan – Mongabay.co.id – Mongabay.co.id
Juni 8, 2022
Show all

Ngeri! Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Mirip Liverpool Racikan Jurgen Klopp, Kok Bisa? – Bola.net

Bola.net – Shin Tae-yong selaku pelatih sudah memiliki formasi dan strategi pakem untuk Timnas Indonesia di pentas Piala AFF 2020 ini. Jika diperhatikan, ada kesamaan gaya antara tim Garuda dengan Liverpool asuhan Jurgen Klopp.
Timnas Indonesia memasang target juara di Piala AFF 2020 ini untuk memutus rantai kesialan mereka di turnamen bergengsi Asia Tenggara tersebut.
Kehadiran Shin Tae-yong diharapkan mampu melengserkan cap nyelekit tersebut. Apalagi jika melihat komposisi pemain yang dibawanya, ia berani mengikutsertakan sejumlah pemain muda dan juga debutan.
Tidak ada sosok Ilija Spasojevic yang saat ini bertengger di daftar teratas top scorer BRI Liga 1, atau Osvaldo Haay yang pada SEA Games Filipina kemarin tampil begitu memesona. Pun dengan Ricky Fajrin yang sempat jadi langganan di sektor bek sayap Timnas Indonesia.
Sejumlah nama familier tetap diboyong ke Singapura. Sebut saja Evan Dimas, Asnawi Mangkualam, sampai tentu saja Egy Maulana Vikri.
Saat PSSI merilis 30 pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2020, publik sempat mempertanyakan keputusan Shin Tae-yong meniadakan Spaso. Sang pelatih dengan segala pertimbangannya merasa striker Bali United itu tidak sesuai dengan skema yang diharapkannya.
Agaknya, Shin Tae-yong memang sengaja tidak membawa sosok target man sebagai juru gedor utama. Tengok saja empat striker yang dibawanya. Mungkin hanya Dedik Setiawan saja yang merupakan striker murni, yang memang bertugas sebagai finisher.
Dengan skema 4-1-4-1 yang sering dipakai Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, ada kemiripan komposisi pemain dengan Liverpool. Scroll ke bawah ya!

Sikap Shin Tae-yong memarkir Spaso beriringan dengan kebijakannya memanggil empat pemain depan untuk Timnas Indonesia. Arsitek asal Korea Selatan itu lebih percaya Ezra Walian, Kushedya Yudo, Dedik Setiawan, dan Hanis Saghara.
Keempatnya juga menjadi pilihan Shin Tae-yong ketika Timnas Indonesia melahap pemusatan latihan di Turki pada November 2021 untuk persiapan Piala AFF.
Saat Shin Tae-yong intens memoles Timnas Indonesia pada Mei 2021, sukses mendulang empat kemenangan, sekali seri, dan menelan lima kekalahan.
Dari 18 gol Timnas Indonesia dalam sepuluh partai, 16 di antaranya berasal dari lini kedua. Evan Dimas memimpin dengan empat gol, disusul Witan Sulaeman dan Ricky Kambuaya yang kompak mendulang tiga gol.
Sumbangsih dari barisan gelandang Skuad Garuda masih berlanjut setelah Egy Maulana Vikri mengemas dua gol dan Kadek Agung, Adam Alis, Ramai Rumakiek, dan Ezra Walian masing-masing mengemas satu gol.
Sisa dua gol Timnas Indonesia diproduksi oleh lini depan via Ezra Walian.
“Memang, masalah di setiap tim berbeda-beda. Bagi saya, striker atau pun gelandang harus sama-sama bisa cetak gol supaya tim ini menjadi kuat. Tidak ada posisi yang harus cetak gol, semua sama. Kalau mereka mengikuti arahan saya, pasti di mana pun posisi mereka, mereka bisa cetak gol,” imbuh Shin Tae-yong.
Di Liverpool, meski Jurgen Klopp memasang formasi 4-3-3, sumbangsih gol utama bukan datang dari striker utama mereka, yakni Roberto Firmino dan Divock Origi. Justru Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Diogo Jota lah yang paling rajin membobol gawang lawan.
Kondisinya mirip dengan Timnas Indonesia, di mana telah disebutkan di atas, bahwa lini kedua lebih sering mencetak gol. Ezra maupun Kushedya tidak diplot sebagai target man, melainkan sebagai pemantul saja yang diberikan tugas tambahan sebagai pembuka ruang buat Witan dan Egy.
Tidak heran jika status top scorer Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 ini niscaya bukan diperoleh empat striker tersebut.

Jika Liverpool memiliki Fabinho dan Thiago Alcantara, Timnas Indonesia punya Rachmat Irianto dan Evan Dimas. The Reds mengandalkan serangann dari sisi lapangan kepada Andy Robertson dan Trent Alexander-Arnold, Merah Putih mempunyai Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam.
Rachmat Irianto diprediksi akan diplot sebagai gelandang bertahan menghadapi Kamboja. Pemain versatile milik Persebaya Surabaya itu bisa diandalkan untuk menghentikan serangan lawan.
Rian, sapaan akrabnya, merupakan pemain yang sudah malang melintang bersama timnas Indonesia di level Asia Tenggara. Sebelum bergabung dengan tim senior, dia sudah memperkuat timnas kelompok usia.
Karakter bermainnya mirip Fabinho. Keduanya sama-sama bisa bermain sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan. Tidak jarang juga mereka merangsek ke depan guna membantu penyerangan, sama seperti ketika Rian beraksi melawan Chinese Taipei beberapa waktu lalu.
Rian akan menjaga keseimbangan di lini tengah, seraya memercayakan offensive set up kepada Thiago Alcantara di diri Evan Dimas. Ya, gelandang andalan Timnas Indonesia mencatatkan empat gol selama Shin Tae-yong menjabat sebagai pelatih.
Timnas Indonesia juga beruntung memiliki Asnawi dan Arhan di sektor full-back. Mungkin saat ini, keduanya adalah bek modern terbaik yang ada dari Sabang sampai Merauke. Canggih saat menyerang, namun tetap lugas saat menjalani tugas utamanya, yakni mengawal lini pertahanan.

Jurgen Klopp, dengan skema gegenpressing-nya, jarang memanfaatkan peran target man di Liverpool. Ketika Roberto Firmino tidak bisa dimainkan, ia lebih memilih memasang Diogo Jota, juga sebagai false 9. Artinya, The Reds tidak benar-benar memiliki striker murni kecuali Divock Origi, yang faktanya jarang jadi pilihan utama kecuali saat keadaan genting.
Sementara itu, Shin Tae-yong biasanya akan tetap memainkan satu dari empat strikernya di lini depan. Jika melihat pertandingan-pertandingan sebelum Piala AFF 2020, baik itu Ezra, Kushedya, Hanis, maupun Dedik, tidak dibebani peran sebagai target man, melainkan false 9 atau bahkan defensive striker.
Seperti telah diulas sebelumnya, Timnas Indonesia akan lebih mengandalkan sektor sayap, tapi tetap menjadikan lini tengah yang dihuni Evan Dimas dan Ricky Kambuaya sebagai poros serangan.
Sebagai salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Timnas Indonesia, Evan Dimas sangat sulit untuk tidak diturunkan lawan Kamboja. Dia bisa menjadi nyawa permainan Skuad Garuda.
Evan Dimas sangat piawai dalam mengatur serangan dan mendistribusikan bola. Visi bermainnya juga bagus, dan ditopang dengan kepiawaian dalam mencetak gol.
Berstatus debutan, Ricky Kambuaya langsung menjadi andalan. Gelandang Persebaya Surabaya tersebut juga tak tergantikan di lini tengah Timnas Indonesia.
Meski tugasnya mengkreasikan serangan, Ricky juga piawai dalam mencetak gol. Dari tiga laga uji coba yang dilakoni skuad Garuda, dia menyumbang dua gol untuk Timnas Indonesia.
Disadur dari: Bola.com (Gregah Nurikhsani) 9 Desember 2021

Liverpool Ibarat Mobil Formula One, AC Milan Cuma Formula Two
Gosip ke Barcelona, Siasat Salah untuk Dapatkan Kontrak Fantastis di Liverpool?
Keganasan Salah Bersama Liverpool Bikin Legenda MU Ini Tercengang
Liverpool Masih Terdepan untuk Transfer Jude Bellingham
Jurgen Klopp Doakan AC Milan Raih Scudetto Serie A Musim Ini
Laris Manis! Manchester City Juga Inginkan Matthijs De Ligt
Awas, Inter Milan! Chelsea Minta ‘Tumbal’ untuk Romelu Lukaku
Man of the Match Wales vs Belanda: Wout Weghorst
Kuwait vs Timnas Indonesia, Bung Kus Curi Perhatian Netizen: Kegocek Replay, Bikin Ngakak
Man of the Match Kuwait vs Timnas Indonesia: Rachmat Irianto
Hasil Pertandingan Wales vs Belanda: Skor 1-2
9 Momen yang Mungkin Anda Lewatkan di Laga Kuwait vs Timnas Indonesia: STY Emosi, Nutmeg Arhan
Kuwait vs Timnas Indonesia, Bung Kus Curi Perhatian Netizen: Kegocek Replay, Bikin Ngakak
Man of the Match Kuwait vs Timnas Indonesia: Rachmat Irianto
Toulon Cup 2022: Kalah di Laga Terakhir, Timnas Indonesia U-19 Finis di Peringkat ke-10
Kata Iwan Bule Setelah Timnas Indonesia Bungkam Tuan Rumah Kuwait 2-1
5 Pelajaran Kemenangan Timnas Indonesia atas Kuwait: Fisik Belum Optimal, Hasil Sudah Luar Biasa!
Jadwal Lengkap dan Klasemen Toulon Cup 2022
5 Klub Premier League dengan Koleksi Kartu Merah T…

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.