Olahraga Pagi yang Sering Rasulullah Lakukan | RIAU24.COM – Riau24.com

Dampak Perkembangan Teknologi Era Digitalisasi terhadap Tenaga Kerja di Indonesia – Kompasiana.com – Kompasiana.com
Juni 19, 2022
Jaga Kulit Tetap Sehat, Waspada dengan Efek Kosmetik Beracun dan Berikut Cara Menghindarinya – Pikiran Rakyat Bekasi – Pikiran Rakyat Bekasi
Juni 19, 2022
Show all

Olahraga Pagi yang Sering Rasulullah Lakukan | RIAU24.COM – Riau24.com

Olahraga Pagi yang Sering Rasulullah Lakukan
RIAU24.COM – Melakukan olahraga secara rutin adalah kunci untuk menjaga tubuh tetap sehat. Ada banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan tanpa harus merepoting, salah satunya yakni berlari. 
Selain mudah diterapkan, lari juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh, baik kesehatan fisik maupun mental.
Olahraga lari termasuk dalam kategori olahraga kardiovaskular yang sempurna. Di mana ketika melakukan olahraga lari, seseorang dapat membakar banyak lemak, paru-paru menekan oksigen, otot-otot jantung banyak oksigen, termasuk bisa meredakan stres yang dialami.

Baca Juga: Misteri Sejarah Ratu Pantai Selatan atau yang Kerap di Sebut ‘Ibu Gusti Kanjeng Ratu Kidul’

Nabi Muhammad Saw. dalam sejarahnya ternyata pernah melakukan olahraga lari. Hal ini terdokumentasikan dengan baik dalam sebuah riwayat yang bersumber dari 'Aisyah RA, sebagai berikut:

خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأنا خَفِيفَةُ اللَّحْمِ فَنَزَلْنَا مَنْزِلاً فَقَالَ لأَصْحَابِهِ : تَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ لِي : تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ فَسَابَقَنِي فَسَبَقْتُهُ ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ فِي سَفَرٍ آخَرَ ، وَقَدْ حَمَلْتُ اللَّحْمَ فَنَزَلْنَا مَنْزِلاً فَقَالَ لأَصْحَابِهِ : تَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ لِي : تَعَالَيْ أُسَابِقُكِ فَسَابَقَنِي فَسَبَقَنِي الَ : لْكَ.

Aku ('Aisyah) pernah keluar bersama Rasulullah Saw., dan saat itu aku masih kurus. Ketika kami telah sampai di suatu tempat, beliau berujar kepada para sahabatnya: “Pergilah terlebih dahulu!” Kemudian beliau menantangku untuk berlari, “Ayo datanglah! aku akan berlomba denganmu!” kemudian beliau berlomba denganku, namun akhirnya aku memenangkan lomba tersebut.

Pada kesempatan lain, aku kembali keluar bersama beliau, dan saat itu badanku meningkat besar, ketika kami berada di suatu tempat, Rasulullah Saw kembali berkata kepada para sahabatnya: “Pergilah kalian terlebih dahulu!” Kemudian beliau menantangku untuk berlari, “Ayo datanglah! aku akan berlomba denganmu!”

Kemudian beliau berlomba denganku, tetapi akhirnya beliau memenangkan lomba tersebut. Beliau mengatakan bahwa ini adalah balasan dari kekalahan beliau sebelumnya sembari menyingkirkan pundakku.

Riwayat ini terdapat dalam banyak kitab hadis, seperti  Musnad Ahmad bin Hanbal ,  al-Sunan al-Kubra li al-Nasa'i , dan  Mushannaf ibn Abi Syaibah . 

Secara kualitas riwayat ini tidak bermasalah, hal ini sebagaimana yang diutarakan oleh Syu'aib al-Arnauth bahwa rangkaian sanadnya baik ( jayyid ), hampir seluruh perawi yang dimiliki oleh Imam Bukhari dan Muslim kecuali 'Umar bin Abi Hafsh al-Mu'ithi .

Imam al-Nasa'i pada dasarnya memasukkan hadis ini ke dalam pokok bahasan kebolehan seorang suami berlomba dengan istrinya, tetapi hal ini tidak mengganggu esensi keberadaan lomba lari yang eksis pada zaman Nabi Saw. 

Jika diamati lebih spesifik, maka sepertinya yang dilakukan oleh Nabi dan 'Aisyah adalah  sprint  atau lari cepat jarak pendek, di mana jarak tempuh yang dilalui tidak begitu jauh antara 100, 200 dan 400 meter. 

Hal ini terlihat dari redaksi Nabi Saw. yang memerintahkan sahabatnya yang lain untuk terlebih dahulu pergi meninggalkan mereka.

Baca Juga: Daftar 5 Parfum Artis Indonesia, Harganya Fantastis hingga Puluhan Juta

Jika dinalar, maka sebuah rombongan baru saja di saat perjalanan perang dan di negara Arab yang notabene panas dan didominasi gurun pasir tidak masuk akal jika jarak antara rombongan dan Nabi Saw. jauh.

Untuk itu sudah semestinya jarak mereka dengan Nabi Saw. tidak lebih dari 1 km, dengan demikian jika dikontekstualisasikan dengan olahraga saat ini, maka hal itu tidak lebih dari sekedar lari  sprint  dengan jarak tempuh maksimal 400 meter. Atau lari jarak menengah dengan asumsi tidak kurang dari 1 km, dilansir madaninews.id. 

Dalam sebuah keterangan dari Ibn Abi al-Dunya, sebelum perlombaan di mulai, saat itu tepatnya di Dzil Majaz, 'Aisyah membuat garis menggunakan kaki, garis tersebut sebagai titik awal perlombaan lari antara'Aisyah dan Nabi Muhammad Saw. 

Setelah garis tersebut dibuat, keduanya baik 'Aisyah maupun Nabi Muhammad Saw berada di atas garis tersebut untuk memulainya. Sayangnya pada akhirnya 'Aisyah ditolak oleh Rasulullah Saw.

Demikian kisah-kisah perlombaan lari pada zaman Nabi Muhammad Saw, seperti saat itu segala sesuatu yang maju, maka sepertinya Rasulullah Saw tidak akan membatasi jenis olahraga yang memanah, berkuda, lari dan gulat saja. 

Akan sangat banyak sekali jenis olahraga yang dilakoni oleh Nabi dan sahabat-sahabatnya. Dan tentu saja, jika olahraga tersebut tidak bertentangan dengan syariat Islam. 

Nabi Muhammad Saw. dalam sejarahnya ternyata pernah melakukan olahraga lari. Hal ini terdokumentasikan dengan baik dalam sebuah riwayat yang bersumber dari 'Aisyah RA, sebagai berikut:
Aku ('Aisyah) pernah keluar bersama Rasulullah Saw., dan saat itu aku masih kurus. Ketika kami telah sampai di suatu tempat, beliau berujar kepada para sahabatnya: “Pergilah terlebih dahulu!” Kemudian beliau menantangku untuk berlari, “Ayo datanglah! aku akan berlomba denganmu!” kemudian beliau berlomba denganku, namun akhirnya aku memenangkan lomba tersebut.
Pada kesempatan lain, aku kembali keluar bersama beliau, dan saat itu badanku meningkat besar, ketika kami berada di suatu tempat, Rasulullah Saw kembali berkata kepada para sahabatnya: “Pergilah kalian terlebih dahulu!” Kemudian beliau menantangku untuk berlari, “Ayo datanglah! aku akan berlomba denganmu!”
Kemudian beliau berlomba denganku, tetapi akhirnya beliau memenangkan lomba tersebut. Beliau mengatakan bahwa ini adalah balasan dari kekalahan beliau sebelumnya sembari menyingkirkan pundakku.
Riwayat ini terdapat dalam banyak kitab hadis, seperti  Musnad Ahmad bin Hanbal ,  al-Sunan al-Kubra li al-Nasa'i , dan  Mushannaf ibn Abi Syaibah . 
Secara kualitas riwayat ini tidak bermasalah, hal ini sebagaimana yang diutarakan oleh Syu'aib al-Arnauth bahwa rangkaian sanadnya baik ( jayyid ), hampir seluruh perawi yang dimiliki oleh Imam Bukhari dan Muslim kecuali 'Umar bin Abi Hafsh al-Mu'ithi .
Imam al-Nasa'i pada dasarnya memasukkan hadis ini ke dalam pokok bahasan kebolehan seorang suami berlomba dengan istrinya, tetapi hal ini tidak mengganggu esensi keberadaan lomba lari yang eksis pada zaman Nabi Saw. 
Jika diamati lebih spesifik, maka sepertinya yang dilakukan oleh Nabi dan 'Aisyah adalah  sprint  atau lari cepat jarak pendek, di mana jarak tempuh yang dilalui tidak begitu jauh antara 100, 200 dan 400 meter. 
Hal ini terlihat dari redaksi Nabi Saw. yang memerintahkan sahabatnya yang lain untuk terlebih dahulu pergi meninggalkan mereka.

Baca Juga: Daftar 5 Parfum Artis Indonesia, Harganya Fantastis hingga Puluhan Juta

Jika dinalar, maka sebuah rombongan baru saja di saat perjalanan perang dan di negara Arab yang notabene panas dan didominasi gurun pasir tidak masuk akal jika jarak antara rombongan dan Nabi Saw. jauh.
Untuk itu sudah semestinya jarak mereka dengan Nabi Saw. tidak lebih dari 1 km, dengan demikian jika dikontekstualisasikan dengan olahraga saat ini, maka hal itu tidak lebih dari sekedar lari  sprint  dengan jarak tempuh maksimal 400 meter. Atau lari jarak menengah dengan asumsi tidak kurang dari 1 km, dilansir madaninews.id. 
Dalam sebuah keterangan dari Ibn Abi al-Dunya, sebelum perlombaan di mulai, saat itu tepatnya di Dzil Majaz, 'Aisyah membuat garis menggunakan kaki, garis tersebut sebagai titik awal perlombaan lari antara'Aisyah dan Nabi Muhammad Saw. 
Setelah garis tersebut dibuat, keduanya baik 'Aisyah maupun Nabi Muhammad Saw berada di atas garis tersebut untuk memulainya. Sayangnya pada akhirnya 'Aisyah ditolak oleh Rasulullah Saw.
Demikian kisah-kisah perlombaan lari pada zaman Nabi Muhammad Saw, seperti saat itu segala sesuatu yang maju, maka sepertinya Rasulullah Saw tidak akan membatasi jenis olahraga yang memanah, berkuda, lari dan gulat saja. 
Akan sangat banyak sekali jenis olahraga yang dilakoni oleh Nabi dan sahabat-sahabatnya. Dan tentu saja, jika olahraga tersebut tidak bertentangan dengan syariat Islam. 

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.