Pakar UGM: Ini Gejala dan Pencegahan Omicron Varian BA4 dan BA5 – Kompas.com – KOMPAS.com

Pesan Penting Perdana Menteri untuk Timnas Malaysia – CNN Indonesia
Juni 18, 2022
Tips Hilangkan Perut Buncit Dalam Seminggu Tanpa Olahraga dari dr. Zaidul Akbar, SEGERA COBA! – Portal Sulut – Portal Sulut
Juni 18, 2022
Show all

Pakar UGM: Ini Gejala dan Pencegahan Omicron Varian BA4 dan BA5 – Kompas.com – KOMPAS.com

Pakar UGM: Ini Gejala dan Pencegahan Omicron Varian BA4 dan BA5
KOMPAS.com – Beberapa waktu lalu, pemerintah mulai melonggarkan aturan penggunaan masker jika berada di luar ruangan. Hal ini karena kasus Covid-19 melandai.
Meski demikian, beberapa hari ini terjadi tren kenaikan kasus Covid. Bahkan disinyalir muncul subvarian baru Omicron BA4 dan BA5 yang keberadaannya cukup meresahkan masyarakat.
Menurut Peneliti dari FKKMK Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Gunadi, PhD, Sp.BA., tingkat kesakitan varian ini rendah dibanding varian lain. Hanya saja, subvarian Omicron BA4 dan BA5 tetap harus diwaspadai.
Baca juga: Puspar UGM: Ini Alasan Dibatasinya Pengunjung Naik Candi Borobudur
Dikatakan, kini terjadi kenaikan kasus Covid-19 pasca lebaran. Dibanding pada gelombang sebelumnya, kenaikan kasus kali ini terjadi lebih kurang 30 hari setelah Hari Raya dan ditemukan subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia.
Adapun subvarian Omicron BA4 dan BA5 pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022 dengan diketemukannya 4 kasus.
Keseluruhan kasus adalah pada laki-laki sudah divaksin 2 hingga 3 bahkan booster, dan tiga diantaranya terkena subvarian Omicron BA5 adalah para pelaku perjalanan luar negeri Pertemuan Global Platform Disaster Risk Reduction di Bali pada 23-28 Mei 2022.
“Rata-rata mereka ini tidak bergejala dan hanya satu yang mengeluhkan sakit tenggorokan dan merasakan badan pegal-pegal,” ujar Gunadi, seperti dikutip dari laman UGM, Kamis (16/6/2022).
Lebih lanjut, ia menjelaskan subvarian Omicron BA4 dan BA5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibanding BA1 dan BA2. Subvarian baru inipun tidak ada indikasi yang menyebabkan kesakitan lebih parah dibanding varian Omicron lainnya.
Baca juga: Ners Unair: 6 Vitamin untuk Kulit agar Sehat Berikut Jenis Makanannya
Subvarian BA4 dan BA5 dinilai memiliki penurunan kemampuan terhadap terapi beberapa jenis antibody monklonal. Ia juga memiliki kemungkinan lolos dari perlindungan kekebalan yang disebabkan oleh infeksi varian Omicron.
Selain itu, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 memiliki banyak mutasi yang sama dengan varian Omicron asli tetapi memiliki lebih banyak kesamaan dengan varian BA.2.
“Kedua varian mengandung substitusi asam amino L452R, F486V, dan R493Q dalam spike receptor binding domain dibandingkan dengan BA.2,” tuturnya.
Mutasi L452R, yang juga terdeteksi pada varian Delta diperkirakan membuat virus lebih menular dan menghindari penghancuran sebagian oleh sel-sel imun. Mutasi F486V juga membantu menghindari pengenalan sistem imun.
Adapun karakteristik varian Omicron rata-rata memiliki tanda-tanda gejala awal seperti:
Gejala lainnya:
“Saat ini terdapat sejumlah kecil kasus BA.4 dan BA.5. Karenanya masih terlalu dini untuk mengetahui secara pasti apakah ada gejala baru yang terkait dengan garis keturunan ini,” urainya.
Baca juga: Dosen FK Unair: Ini Cara agar Kulit Sehat dan Kencang
Sedangkan untuk tata laksana farmakologis sebagaimana penanganan Covid-19 pada umumnya.
Jika tanpa gejala cukup diberikan:
Gejala ringan diberikan:
Gejala sedang diberikan:
Untuk yang berat atau kritis maka akan diberikan vitamin C, B1, D, remdesivir atau alternatifnya:
Baca juga: Tips Olahraga yang Tepat Saat Pandemi dari Stikes Panti Kosala
Para pasien ini apakah harus rawat rumah sakit atau isolasi mandiri? Menurut dr. Gunadi, untuk yang tanpa gejala cukup dengan obat-obatan oral dan oksigen dan pemantauan bisa dilakukan sendiri atau tenaga medis secara tidak langsung.
“Beda dengan yang sedang, berat atau bahkan kritis, disamping obat-obatan oral, obat-obatan injeksi, oksigen dan lain-lain perlu kiranya dirawat di rumah sakit dan dipantau langsung oleh tenaga medis,” terangnya.
Namun untuk antisipasi, agar segera vaksinasi booster. Tetap pakai masker di dalam ruangan, kendaraan umum, kerumunan, dan jika merasa tidak enak badan. Selain itu, tidak terburu-buru untuk mencabut kebijakan bermasker.

Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan.
Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Kunjungi kanal-kanal Sonora.id
Motivasi
Fengshui
Tips Bisnis
Kesehatan
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.