Perusahaan Teknologi Lakukan Perlawanan Terhadap Praktik Deepfake – Tribunnews.com

Berita Terbaru dari AJB Bumiputera 1912, Ada Pemilihan Direksi Pekan Depan – Bisnis.com
Juni 14, 2022
Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Nepal di Kualifikasi Piala Asia – CNN Indonesia
Juni 14, 2022
Show all

Perusahaan Teknologi Lakukan Perlawanan Terhadap Praktik Deepfake – Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews, Mikael Dafit Adi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM, BRUSSELS – Google, Facebook, Twitter, dan sejumlah perusahaan teknologi lainnya akan mengambil tindakan untuk melawan praktik-praktik “deepfake” dan akun palsu di platform mereka.
Tindakan melawan “deepfake” dan akun palsu ini juga untuk menghindari denda besar di bawah kode praktik Uni Eropa yang diperbarui.
Dilansir dari Reuters, Selasa (14/6/2022) Komisi Eropa akan menerbitkan kode praktik terbaru tentang disinformasi sebagai bagian dari tindakan kerasnya terhadap berita palsu.
Diperkenalkan pada tahun 2018, “kode sukarela” saat ini akan menjadi skema pengaturan bersama, dengan tanggung jawab dibagi antara regulator dan penandatangan kode.
Kode yang diperbarui merinci contoh perilaku manipulatif seperti “deepfake” dan akun palsu yang harus ditangani.
“Penandatangan terkait akan mengadopsi, memperkuat, dan menerapkan kebijakan yang jelas mengenai perilaku dan praktik manipulatif yang tidak diizinkan pada layanan mereka, berdasarkan bukti terbaru tentang perilaku dan taktik, teknik, dan prosedur (TTP) yang digunakan oleh aktor jahat,” kata Komisi Eropa.
Baca juga: Tips Mengenali dan Tetap Aman dari Kejahatan Deepfake
Deepfake merupakan pemalsuan hiperrealistik yang dibuat oleh teknik komputer yang telah memicu alarm di seluruh dunia khususnya ketika digunakan dalam konteks politik.
Kode tersebut juga akan dikaitkan dengan aturan baru Uni Eropa yang dikenal sebagai Digital Services Act (DSA) dan telah disetujui oleh 27 negara Uni Eropa pada awal tahun ini untuk memerangi disinformasi.
Baca juga: Elon Musk Peringatkan Investor Kripto Waspadai Penipuan Deepfake Terbaru
Akibatnya, perusahaan yang gagal memenuhi kewajiban di bawah kode tersebut akan mendapat denda sebesar 6 persen dari omset global mereka berdasarkan aturan DSA.
Penandatangan juga harus mengambil langkah-langkah untuk mengatasi iklan yang mengandung unsur disinformasi dan memberikan transparansi yang lebih besar pada iklan politik.
Baca juga: Fakta di Balik Tagar Viral Twitter Fake Copyrights yang Dinaikkan ARMY BTS
“DSA memberikan tulang punggung hukum untuk Kode Praktik terhadap disinformasi termasuk untuk mencegah sanksi berat,” kata Thierry Breton, kepala industri Uni Eropa,
Sementara itu, Wakil Presiden Komisi Eropa Vera Jourova mengatakan, invasi Rusia ke Ukraina yang disebut sebelumnya sebagai operasi khusus, mendukung beberapa perubahan dalam kode tersebut.
“Setelah Kode itu beroperasi, kami akan lebih siap untuk mengatasi disinformasi, yang juga datang dari Rusia,” pungkas Vera Jourova.

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *