Reshuffle Terbaru Satukan Semua Ketum KIB di Kabinet Indonesia Maju – detikNews

Kasus Cacar Monyet di Afrika Tembus 1.597 Pasien – CNN Indonesia
Juni 17, 2022
5 Teknologi Masa Kini yang Coba Melawan Kuasa Tuhan – VIVA – VIVA.co.id
Juni 17, 2022
Show all

Reshuffle Terbaru Satukan Semua Ketum KIB di Kabinet Indonesia Maju – detikNews

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai Menteri Perdagangan (Mendag). Kini, tiga ketum partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memegang jabatan menteri.
Diketahui, partai yang tergabung di KIB adalah PAN, Golkar, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mereka berkoalisi untuk memenangi Pemilu 2024, termasuk mengusung calon presiden yang sama.
Sebelum Zulhas dilantik jadi menteri pada 15 Juni 2022, Ketum Golkar Airlangga Hartarto menjabat Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian). Kemudian Ketum PPP Suharso Monoarfa menjabat Menteri PPPN/Kepala Bappenas.
KIB menjadi koalisi partai menjelang Pemilu 2024 yang resmi dideklarasikan. Tiga partai itu bahkan telah menandatangani nota kesepakatan. Tak tanggung-tanggung, ketua umum dan sekretaris jenderal (sekjen) tiga partai itu yang menandatangani nota kesepakatan tersebut.
Koalisi itu berharap hiruk-pikuk politik di tahun 2024 dapat berjalan tentram dan damai. Dengan begitu, tidak ada lagi perpecahan di antara masyarakat.
“Malam ini menjadi malam yang bersejarah karena kami bertiga Partai Golkar, PAN, dan PPP menandatangani kerja sama,” ujar Ketum Golkar Airlangga Hartarto kepada wartawan di Hutan Plataran, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2022).
Direktur Eksekutif lembaga survei Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menerka tujuan dari reshuffle 15 Juni yang memasukkan PAN dalam jajaran kabinet. Adi menganggap Presiden Jokowi hanya ingin menjaga stabilitas politik jelas 2024.
“Presiden ingin mengamankan stabilitas politik di periode kedua, karena nyaris tak ada menteri-menteri (dari) partai yang disentuh, (meski) menteri dari partai itu dikeluhkan kinerjanya. Jatah menteri dari partai politik tidak satu pun dikurangi,” kata Adi kepada wartawan, Rabu (15/6).
Adi menilai Jokowi seperti khawatir akan ada dampak buruk terhadap stabilitas politik Tanah Air, jika mengganti menteri dari parpol koalisi.
“Itu artinya Presiden menganggap mengurangi jatah menteri, apalagi mengganti ketua umum dan sekjen mereka dalam rangka ini, itu sama halnya menciptakan neraka politik 2024,” ucap dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Stafsus Mensesneg: Reshuffle Bukan soal Tawar-Menawar Politik

[Gambas:Video 20detik]

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.