RS Al Huda Gelar Diskusi Kegawatan Jantung – Radar Banyuwangi

Advan Luncurkan TWS Startgo Eargun Buds, ini Spesifikasi dan Harga – Teknologi – Berita Terbaru Harga dan Spesifikasi Handphone, Info Fitur Smartphone, Komputer dan Laptop
Juni 22, 2022
Cari Tandem Marc Marquez untuk MotoGP 2023, Alberto Puig: Joan Mir Bukan Satu-satunya Kandidat – Okezone Sports
Juni 22, 2022
Show all

RS Al Huda Gelar Diskusi Kegawatan Jantung – Radar Banyuwangi

Musim Padagangan, Nelayan Pilih Perbaiki Jaring
Dewan Anggapa Anggaran Penanganan PMK Terlalu Kecil
Dapur dan Kandang Terbakar, Tiga Kambing Matang
Nilai Laporan Anak Tiri Salah Sasaran, Terlapor Ancam Lapor Balik
Tim BCE Siliragung Suguhkan Tarian hingga Teater Babad Blambangan
BCE Kecamatan Sempu Tampilkan Tari Cunduk Menur
BCE Kembali Digelar, Dimeriahkan Belasan Tarian
Muhibah Kata-Kata Memukau Penonton Festival Budaya Nusantara
Surga dalam Secangkir Kopi
Musim Padagangan, Nelayan Pilih Perbaiki Jaring
Dewan Anggapa Anggaran Penanganan PMK Terlalu Kecil
Dapur dan Kandang Terbakar, Tiga Kambing Matang
Nilai Laporan Anak Tiri Salah Sasaran, Terlapor Ancam Lapor Balik
Tim BCE Siliragung Suguhkan Tarian hingga Teater Babad Blambangan
BCE Kecamatan Sempu Tampilkan Tari Cunduk Menur
BCE Kembali Digelar, Dimeriahkan Belasan Tarian
Muhibah Kata-Kata Memukau Penonton Festival Budaya Nusantara
Surga dalam Secangkir Kopi
GAMBIRAN, Radar Banyuwangi – Sindrom koroner akut merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat. Kondisi di mana aliran darah menuju ke jantung berkurang secara tiba-tiba, menyebabkan jantung bisa berhenti bekerja dan dapat mengakibatkan kematian mendadak bagi penderitanya.
Demikian disampaikan dr Hidayanto Perdana SpJP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dalam acara ”Refreshing Kegawatan Jantung” di Auditorium Rumah Sakit Al Huda (RSAH) Minggu lalu. Sindrom koroner akut atau penyakit jantung koroner atau orang awam menyebutnya angin duduk, merupakan penyakit yang menakutkan dan masih menjadi masalah di negara maju, maupun negara berkembang. Penyakit ini erat hubungannya dengan menurunnya aktivitas dan meningkatnya konsumsi kalori pada penderita. ”Kejadiannya cenderung meningkat dan angka kematiannya cukup tinggi,” jelas Hidayanto.
Ditambahkan, penyakit ini disebabkan karena adanya penyempitan arteri koronaria akibat proses kekakuan pembuluh darah jantung (aterosklerosis), atau spasme, atau kombinasi keduanya. Hal ini membuat aliran darah yang banyak mengandung oksigen terhambat menuju jantung. ”Ini menyebabkan nyeri hebat di dada sebelah kiri,” tambahnya.
Faktor risiko penyebab penyakit ini, kata Hidayanto, dapat dibedakan menjadi dua. Yakni faktor risiko yang dapat diubah dan faktor risiko yang tidak dapat diubah. ”Faktor risiko yang dapat diubah yaitu merokok, darah tinggi, diabetes melitus, kegemukan, stres, diet tinggi kalori dan lemak, kurang olahraga, dan lain-lain,” jelasnya.
Menurut Hidayanto, faktor risiko tersebut dapat dihindari dengan mengubah gaya hidup. Dari gaya hidup tidak sehat menjadi gaya hidup yang sehat. Seperti berhenti merokok, menghindari makanan berlemak, kontrol tekanan darah dan kontrol gula darah yang baik, berolahraga, serta menjaga berat badan ideal. ”Sedangkan Faktor risiko yang tidak dapat diubah antara lain usia, riwayat keluarga, jenis kelamin, dan etnis,” tutur lelaki yang akrab disapa Dana itu.
Sementara itu, Manajer IGD RSAH dr Agung M. David menyampaikan, refreshing merupakan kegiatan rutin bagi tenaga medis dan perawat. Refreshing kali ini diikuti oleh dokter IGD, perawat IGD, dan Intensive Care. Tema kasus kegawatan jantung dipilih karena kasus tersebut banyak terjadi di masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. ”Dengan demikian, bila ada kegawatan akan segera tertangani dengan cepat dan aman. Karena ditangani oleh tenaga medis berkompetensi,” bebernya.
Sementara itu, semua peserta tampak antusias selama materi berlangsung. Dalam sesi tanya jawab, banyak peserta yang mengajukan pertanyaan. ”Masyarakat yang ingin berkonsultasi terkait keluhan jantung bisa datang ke Poli Jantung RSAH setiap hari Senin, Rabu, Jumat,” pungkasnya. (*/bay/c1)
GAMBIRAN, Radar Banyuwangi – Sindrom koroner akut merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat. Kondisi di mana aliran darah menuju ke jantung berkurang secara tiba-tiba, menyebabkan jantung bisa berhenti bekerja dan dapat mengakibatkan kematian mendadak bagi penderitanya.
Demikian disampaikan dr Hidayanto Perdana SpJP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dalam acara ”Refreshing Kegawatan Jantung” di Auditorium Rumah Sakit Al Huda (RSAH) Minggu lalu. Sindrom koroner akut atau penyakit jantung koroner atau orang awam menyebutnya angin duduk, merupakan penyakit yang menakutkan dan masih menjadi masalah di negara maju, maupun negara berkembang. Penyakit ini erat hubungannya dengan menurunnya aktivitas dan meningkatnya konsumsi kalori pada penderita. ”Kejadiannya cenderung meningkat dan angka kematiannya cukup tinggi,” jelas Hidayanto.
Ditambahkan, penyakit ini disebabkan karena adanya penyempitan arteri koronaria akibat proses kekakuan pembuluh darah jantung (aterosklerosis), atau spasme, atau kombinasi keduanya. Hal ini membuat aliran darah yang banyak mengandung oksigen terhambat menuju jantung. ”Ini menyebabkan nyeri hebat di dada sebelah kiri,” tambahnya.
Faktor risiko penyebab penyakit ini, kata Hidayanto, dapat dibedakan menjadi dua. Yakni faktor risiko yang dapat diubah dan faktor risiko yang tidak dapat diubah. ”Faktor risiko yang dapat diubah yaitu merokok, darah tinggi, diabetes melitus, kegemukan, stres, diet tinggi kalori dan lemak, kurang olahraga, dan lain-lain,” jelasnya.
Menurut Hidayanto, faktor risiko tersebut dapat dihindari dengan mengubah gaya hidup. Dari gaya hidup tidak sehat menjadi gaya hidup yang sehat. Seperti berhenti merokok, menghindari makanan berlemak, kontrol tekanan darah dan kontrol gula darah yang baik, berolahraga, serta menjaga berat badan ideal. ”Sedangkan Faktor risiko yang tidak dapat diubah antara lain usia, riwayat keluarga, jenis kelamin, dan etnis,” tutur lelaki yang akrab disapa Dana itu.
Sementara itu, Manajer IGD RSAH dr Agung M. David menyampaikan, refreshing merupakan kegiatan rutin bagi tenaga medis dan perawat. Refreshing kali ini diikuti oleh dokter IGD, perawat IGD, dan Intensive Care. Tema kasus kegawatan jantung dipilih karena kasus tersebut banyak terjadi di masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. ”Dengan demikian, bila ada kegawatan akan segera tertangani dengan cepat dan aman. Karena ditangani oleh tenaga medis berkompetensi,” bebernya.
Sementara itu, semua peserta tampak antusias selama materi berlangsung. Dalam sesi tanya jawab, banyak peserta yang mengajukan pertanyaan. ”Masyarakat yang ingin berkonsultasi terkait keluhan jantung bisa datang ke Poli Jantung RSAH setiap hari Senin, Rabu, Jumat,” pungkasnya. (*/bay/c1)
Jl. Brawijaya 77 Banyuwangi,
Telp: (0333) 412224-416647
Fax: 0333-416647
Email : radarbwi@gmail.com

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *