Teknologi PPKS Hasilkan Minyak Sawit Merah Bakal Digunakan Koperasi – InfoSAWIT

Terungkap Harta Kekayaan M Taufik yang Hendak Dipecat Gerindra, Capai Rp 8 Miliar, Tak Punya Utang – Tribunnews
Juni 10, 2022
Timnas Indonesia U-23 Latihan Pemulihan Usai Gilas Timor Leste, Shin Tae-yong Beberkan Kondisi Asnawi Mangkualam Dkk – Bola Okezone
Juni 10, 2022
Show all

Teknologi PPKS Hasilkan Minyak Sawit Merah Bakal Digunakan Koperasi – InfoSAWIT

InfoSAWIT, MEDAN – Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan terus melakukan banyak inovasi, termasuk menciptakan beragam produk turunan berbasis sawit. Yang terbaru, lembaga ini mampu membuat minyak goreng sawit atau minyak makan sawit merah.
Inovasi terbaru ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam penyediaan minyak goreng sawit yang lebih terjangkau harganya namun kandungan vitaminnya jauh lebih banyak dari minyak goreng sawit yang umum di pasaran.

Tak tanggung-tanggung, hasil inovasi itu memantik perhatian dari sejumlah tokoh seperti Menteri Koperasi dan UKM Tetes Masduki, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, hingga Walikota Medan Bobby Nasution yang juga menantu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dari keterangan yang diperoleh InfoSAWIT, para tokoh itu langsung datang menyambangi PPKS Medan pada hari Kamis (9/6/2022) untuk melihat langsung proses pembuatan minyak makan merah tersebut.
Kepada Teten, Edy, dan Bobby, Kepala PPKS Medan M Edwin S Lubis lalu menunjukan mesin produksi minyak goreng sawit merah. Ia mengungkapkan, inovasi itu erupakan salah satu karya terbaik anak bangsa.
Ia yakin inovasi itu bakal dapat meningkatkan daya saing petani sawit rakyat dengan hilirisasi produk sawit. Apalagi minyak goreng merah yang berasal olahan dari minyak sawit ini tetap mempertahankan nutrisi alami sawit dan bisa digunakan untuk produk multiguna.
"Minyak makan merah banyak mengandung gizi dan terdapat kandungan senyawa antioksidan yang dapat dimanfaatkan sebagai agen anti aging dan anti microbal, sehingga dapat juga dimanfaatkan dalam berbagai produk kosmeseutikal. Selain itu minyak goreng merah juga dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan stunting karena mengandung vitamin A," kata Edwin.
MenKop UKM Teten Masduki terlihat sumringah dengan inovasi itu. Ia bahkan menilai Pembangunan pabrik minyak sawit merah oleh koperasi petani sawit harus dipercepat.
Ia menegaskan, saat ini pembangunan pabrik minyak makan merah oleh koperasi mendesak untuk segera dilakukan sehingga perlu dipercepat demi merespons kebutuhan akan minyak goreng di samping minyak makan merah yang potensial memberikan nilai tambah bagi petani sawit.
"Minyak makan merah ini lebih sehat dan punya banyak manfaat. Dengan adanya ini juga dapat memecahkan permasalahan pasokan minyak goreng dan dapat menghadirkan minyak goreng yang terjangkau bagi rakyat," kata Teten.
Ia mengungkapkan, pilot project pengembangan minyak makan merah oleh koperasi juga mulai diinisiasi di Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Kalimantan Tengah.
Terkait teknologi untuk menghadirkan minyak makan merah, Menteri Teten sudah melihat langsung pembuatan minyak makan merah oleh PPKS Medan. Dia pun merasa bahwa teknologi ini akan sangat mudah diterapkan kepada koperasi dan UMKM.
"Saya lihat teknologi untuk hasilkan minyak makan merah sudah ada di PPKS. Skala ekonomis dari teknologi ini bahkan dapat menghasilkan 500 kg minyak makan merah per jam. Saya akan bicara dengan Menteri BUMN agar memproduksi alat ini lebih banyak, supaya ketika piloting kita dapat dukungan teknologi dari PPKS," kata Menteri Teten.
Kata dia, upaya untuk mewujudkan kemandirian pangan melalui hilirisasi produksi minyak makan merah oleh koperasi tidak terlepas dari perlunya sinergi dan dukungan kemitraan dari seluruh stakeholders terkait.
"Saya berharap kemitraan ini dapat berjalan dengan baik, karena tahapan dari adanya inovasi, kemudian kolaborasi, yang selanjutnya adalah adanya akselerasi oleh kita semua, sehingga dapat memberikan hasil sesuai yang kita harapkan bersama," tandas Teten. (T5)
Berita Sawit selengkapnya >>


source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.