Terawan Klaim Vaksin Nusantara Tak Perlukan Booster – Nasional Tempo

Berapa Kali Sebaiknya Olahraga Dilakukan? Ini Rekomendasi Pakar – Republika Online
Juni 22, 2022
Para Raksasa Teknologi Masuk Metaverse, Terbaru Tencent – CNBC Indonesia
Juni 22, 2022
Show all

Terawan Klaim Vaksin Nusantara Tak Perlukan Booster – Nasional Tempo

TEMPO.CO, Jakarta – Inisiator riset Vaksin Nusantara Terawan Agus Putranto menghadiri rapat dengan Komisi IX DPR RI mengenai pengawasan terhadap vaksin Covid-19 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 20 Juni 2022. 
Mantan Menteri Kesehatan itu mengklaim Vaksin Nusantara tidak memerlukan vaksin dosis ke-3 atau booster untuk melakukan proteksi dari covid-19.
“Yang jelas hasil evaluasi 1 tahun uji klinis 1 dan 2, kemampuan untuk memproteksi COVID-19 masih tinggi. Artinya apa? Vaksin Nusantara tidak perlu booster. Ini hasil uji klinis, bukan kata saya,” tuturnya.
Ia mengaku pengembangan vaksin Covid-19 menggunakan sel dendritik. Sel dendritik adalah Antigen Presenting Cell (APC) terkuat di tubuh manusia yang berperan penting dalam kekebalan tubuh imun.
“Oleh karena itu kami mengembangkan pembuatan vaksin COVID-19 yang menggunakan sel dendritik,” kata Terawan
Ia mengatakan suntikan Vaksin Nusantara sudah cukup untuk menggantikan booster.
“Jadi ini bukan booster, suntikan saja sudah. Justru pakai ini tidak perlu booster,”
Selain itu, Terawan menyatakan Vaksin Nusantara dapat melawan subvarian Omicron termasuk BA. Sesuai aturan, ia akan menyiapkan 1.800 vaksin untuk nantinya diedarkan pada tahap pertama. 
“Sudah, Omicron sudah lengkap, antigen yang ada yang baru itu sudah lengkap, termasuk Omicron dan varian-variannya,” tuturnya.
RAHMA DWI SAFITRI 
Baca: Terawan: Vaksin Nusantara Sudah Dipublikasikan di Jurnal Internasional
Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.
Update Covid-19 jumlah kasus meningkat karena varia baru virus tapi yang masih mendominasi adalah subvarian Omicron BA.2.
Ridwan Kamil mengatakan, keberadaan varian baru Omicron tersebut juga ditunjukkan dengan peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Barat.
Kasus Covid-19 kembali tembus di atas 1.000 kasus dalam empat hari terakhir.
Munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diduga menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta.
Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman mengungkap ada tiga alasan mengapa kasus Covid-19 khususnya di DKI Jakarta kembali meningkat.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang menyebut terjadi peningkatan tajam kasus Covid-19 dalam beberapa pekan ini.
Pemerintah menyatakan telah mengambil langkah antisipasi soal masuknya varian BA.4 dan BA.5 ke Indonesia.
Dari 8 kasus subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 itu, empat di antaranya terdeteksi di Jakarta.
Topik tentang BMKG memprakirakan cuaca sebagian Indonesia didominasi hujan saat supermoon menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.
Dengan kenaikan kasus Covid-19 di Jakarta, total pasien yang masih dirawat atau menjalani isolasi adalah 2.706 orang.

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *