Zebra: Operator Warehouse Siap Investasi untuk Teknologi Automasi – Info Komputer

Mahasiswa Teknologi Informasi Universitas BSI Siap Bersaing dalam Dunia Industri – Republika Online
Juli 5, 2022
IMOS 2022 Siap Berpentas November, Suguhkan Terobosan Teknologi Roda Dua – Suara.com
Juli 5, 2022
Show all

Zebra: Operator Warehouse Siap Investasi untuk Teknologi Automasi – Info Komputer


Para operator gudang (warehouse) di seluruh dunia akan meningkatkan investasinya pada teknologi yang dapat mendukung kinerja stafnya dan teknologi automasi, di tengah tekanan modernisasi yang dipicu oleh pandemi. 
Lebih dari 9 dari 10 operator di semua wilayah, termasuk Asia Pasifik, memperlihatkan indikasi akan meningkatkan penggunaan wearable, mobile printer dan rugged tablet dalam beberapa tahun mendatang, dengan software mobile dimensioning yang mengotomatisasi pengukuran parsel dan karton.
Selain itu, 27% operator gudang di dunia dan di Asia Pasifik saat ini sudah menggunakan beberapa jenis autonomous mobile robots (AMR). Dan dalam kurun waktu lima tahun, jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah hingga 92% di Asia Pasifik dan 90% di seluruh dunia.
Itulah temuan penting yang terungkap dalam laporan terbaru dari Zebra Technologies yang bertajuk “Warehousing Vision Study” dan diselenggarakan sepanjang Januari dan Februari 2022. Survei ini melibatkan 1.500 pengambil keputusan dan staf pergudangan dari seluruh dunia, termasuk Australia Australia, China, India, Jepang, dan Singpura yang mewakili pasar Asia Pasifik.
“Warehousing Vision Study akan membantu industri pergudangan di Indonesia memahami dengan lebih baik tren dan tantangan yang sedang membentuk operasional pergudangan global. Melalui ini, mereka juga akan bisa menentukan strategi digitalisasi yang paling cocok untuk kebutuhan gudang-gudang mereka dalam memenuhi permintaan yang meningkat tahun 2022,” ujar Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies.
Siap Investasi untuk Teknologi Baru
“Disrupsi akibat peristiwa yang terjadi di dunia baru-baru ini menekankan pentingnya supply chain yang fleksibel dan memiliki resiliensi,” ucap Aik Jin Tan, APAC Vertical Solutions Lead for Manufacturing, Machine Vision/Fixed Industrial Scanning, Zebra Technologies. 
“Yang menggembirakan, operator gudang di Asia Pasifik sudah mengambil langkah proaktif, di mana penelitian kami menunjukkan bahwa 84% dari mereka kini merasa lebih nyaman mengintegrasikan teknologi baru untuk menunjang operasional dan infrastruktur mereka,” lanjut Aik Jin Tan. 
Hampir 9 dari 10 operator gudang di dunia setuju bahwa mereka harus mengimplementasikan teknologi baru untuk memiliki daya saing di ekonomi berdasarkan permintaan ini, dengan 80% mengonfirmasi bahwa pandemi mendorong mereka untuk berkembang dan melakukan modernisasi dengan lebih cepat. 
Tekanan yang sama juga dirasakan oleh para operator gudang di kawasan Asia Pasifik. Sekitar tiga perempat dari pembuat keputusan di Asia Pasifik mengatakan, pandemi sudah mendorong mereka untuk membuat perubahan. 
Penelitian ini juga menemukan, staf gudang merasa lebih nyaman dengan teknologi canggih yang diadopsi perusahaan meski perusahaan tidak menaikkan upah. Kurang dari separuh (45%) staf mengatakan bahwa perusahaan menaikkan upah atau menawarkan bonus di tengah pembatasan tenaga kerja. Namun 82% merasakan dampak positif dari situasi tersebut. 
Tren ini juga dijumpai di Asia Pasifik. Sembilan dari 10 staf gudang merasakan dampak positif walaupun hanya 34% yang menyebutkan kalau perusahaan mereka menaikkan upah. 
Survei Zebra menemukan bahwa perusahaan memperbaiki kondisi kerja dengan cara lain, seperti membekali staf dengan lebih banyak teknologi untuk bekerja dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan waktu kerja yang lebih fleksibel. 
Bahkan, lebih dari 9 dari 10 staf gudang secara global setuju, bahwa pada tingkat tertentu, kemajuan teknologi akan membuat lingkungan kerja menjadi lebih menarik bagi karyawan, bahkan di tengah ketatnya rantai pasokan, lonjakan permintaan, dan tingginya tekanan untuk memenuhi tenggat waktu yang lebih ketat. 
Tantangan dan Perubahan di Sektor Pergudangan
Survei ini memperlihatkan, para operator gudang mengalami kesulitan melakukan pengiriman pesanan ke pelanggan dengan tepat waktu dibandingkan tiga tahun lalu. Para operator juga harus berupaya keras untuk menjaga akurasi inventori dan visibilitas.
Mereka juga mengakui bahwa mereka diharapkan mampu mengirim pesanan lebih cepat dari sebelumnya di tengah model ekonomi yang on-demand dengan tantangan berupa kenaikan biaya transportasi yang berdampak pada lebih dari 40% operator gudang di sektor manufaktur, transportasi, distribusi grosir, logistik dan retail. 
Hal ini tidak mengejutkan, menurut Zebra, mengingat responden mengindikasikan volume pengirimannya meningkat rata-rata lebih dari 20% selama dua tahun terakhir. 
Yang menarik, para operator gudang justru melihat tantangan ini sebagai katalisator untuk perubahan dan pertumbuhan. Mulai tahun ini hingga 2025, lebih dari 8 dari 10 berharap untuk meningkatkan jumlah stock-keeping units (SKU) mereka dan volume barang yang dikirim. 
Para operator juga berencana memperluas operasional pengelolaan barang retur, menawarkan lebih banyak layanan bernilai tambah, dan meningkatkan kehadiran fisik mereka, dengan cara memperbesar jumlah dan ukuran gudang. 
Sementara itu 61% operator gudang di dunia ingin menambah jumlah karyawan di tahun depan untuk mencapai jumlah tenaga kerja yang ideal. Namun mereka mengakui bahwa menemukan karyawan (55%) dan memberikan pelatihan (54%) yang tepat waktu adalah tantangan besar. 
Khususnya di Asia Pasifik, 53% melaporkan kesulitan dalam menemukan pekerja dan 59% mengindikasikan pelatihan sebagai tantangan. Walhasil, lebih dari 8 dari 10 pembuat keputusan di dunia setuju bahwa mereka harus lebih mengandalkan otomatisasi di masa depan. 
Dongkrak Produktivitas dengan Automasi 
Survei ini mengungkapkan, kebanyakan operator gudang di dunia akan menggunakan AMR untuk keperluan person-to-good (P2G) picking, pergerakan material, dan aktivitas inventori otomatis lainnya. Namun akan lebih banyak lagi operator yang akan berinvestasi untuk software yang dapat mengotomatisasi proses analitik dan pengambilan keputusan. 
Sementara di Asia Pasifik, 95% dari pembuat keputusan memperlihatkan kesediaan untuk berinvestasi di software tersebut dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisisensi karyawan, serta mengurangi biaya kerja.
“Saat ini waktu rata-rata untuk melatih pekerja hingga mencapai produktivitas penuh adalah 4,7 minggu,” jelas Eric Ananda. Eric memaparkan, menurut 51% dari pembuat keputusan di dunia dan 56% di Asia Pasifik, inisiatif karyawan yang terpenting adalah mengurangi tugas-tugas yang tidak penting sehingga mereka bisa lebih fokus pada konsumen dan perusahaan dapat memanfaatkan karyawan dengan lebih efisien. 
Eric menyarankan para operator untuk berinvestasi pada teknologi gudang yang tepat untuk meningkatkan operasional gudang dan mengikuti model ekonomi on-demand economy. Beberapa teknologi yang ditawarkan Zebra Technologies untuk mendukung operasional di gudang, seperti Printable indicators; perangkat baca RFID (Ultra-Rugged UHF RFID Sleds RFD90, RFID Reader FX9600, UHF RFID Sleds RFD40); scanner barcode (Ultra-Rugged Barcode Scanners DS3600-ER/KD); perangkat komputasi mobile (Windows Rugged Tablet L10ax, enterprise tablet ET40, Mobile Computer TC53, TC15 dan Android Wearable Computer WS50).
Otomatisasi Tingkatkan Kepuasan & Retensi Karyawan
Berlawanan dengan pendapat umum, para responden dalam survei Zebra ini percaya automasi justru akan membantu karyawan mempertahankan pekerjannya dan mengisi posisi yang kosong. 
Hampir 8 dari 10 staf gudang di Asia Pasifik (79%) dan secara global (78%) mengatakan, berjalan lebih sedikit akan membuat pekerjaannya lebih menyenangkan, bahkan ketika mereka harus mengambil atau mengurusi lebih banyak barang. Dan banyak dari staf gudang sangat yakin bahwa keberadaan AMR bisa mengurangi stres.
Namun para pembuat keputusan harus ingat, hanya 36% dari staf gudang di Asia Pasifik dan 41% di dunia setuju sepenuhnya bahwa implementasi teknologi gudang, seperti robot dan perangkat, akan menarik dan mempertahankan karyawan. 
Sebagian besar dari staf yang bekerja bersama AMR memastikan robot membantu mereka meningkatkan produktivitas dan mengurangi waktu mereka berjalan (83%), mengurangi kesalahan (73%), dan memungkinkan mereka meningkatkan peran dan memperoleh peluang baru (65%).
Sementara sebanyak 83% mengklaim bahwa mereka lebih cenderung bekerja untuk perusahaan yang memberikan mereka perangkat kerja modern ketimbang kerja untuk perusahaan yang menyediakan perangkat lama atau tanpa perangkat sama sekali.
Menurut Aik Jin, otomatisasi menjadi area investasi yang mendesak, terutama di tengah disrupsi dan waktu-waktu puncak penjualan musiman tak terduga yang mengharuskan perusahaan meningkatkan skala dengan cepat.  
“Menariknya, staf lebih merasakan hal ini dibandingkan dengan operator gudang saat ini, yang semakin menegaskan keharusan untuk menambah karyawan dalam lingkungan gudang,” ujar Aik Jin Tan.
Rencana Investasi untuk Tingkatkan Visibilitas
Secara global, 85% pembuat keputusan mengaku telah mengimplementasikan solusi mobility sehingga para pekerja di front line bisa melacak setiap inventory yang terjadi. Sebagian besar juga mengatakan telah mengoptimalkan penggunaan perangkat sesuai tugas, keamanan dan ergonomi. 
Namun, staf gudang (84%) dan pembuat keputusan (79%) khawatir tidak mampu memenuhi target bisnis, kecuali ada investasi teknologi yang lebih besar  untuk meningkatkan operasional. Karyawan di sektor transportasi (92%) dan logistik (88%) paling merasakan kebutuhan ini.
Dan menjawab kebutuhan itu, dalam lima tahun ke depan, lebih dari 6 dari 10 pembuat keputusan mengatakan mereka akan berinvestasi pada teknologi untuk meningkatkan visibilitas inventory dan aset di gudang maupun visibilitas keseluruhan rantai pasokan. 
Sementara 9 dari 10 respondem berharap penggunaan teknologi berbasis sensor seperti radio frequency identification (RFID), computer vision, fixed industrial scanning, dan machine vision systems semakin lazim dalam lima tahun mendatang. 
Seiring investasi yang dilakukan perusahaan pada teknologi yang memungkinkan visibilitas lebih besar, panduan secara real time, dan performa yang didorong oleh data, perusahaan juga fokus meningkatkan produktivitas tim dan pemanfaatan aset, peralatan, dan orang dengan lebih baik. Strategi ini diyakini akan meningkatkan kesejahteraan pekerja dan daya saing di pasar. 
Namun, Zebra juga mengingatkan agar para operator gudang lebih memperhatikan implementasi dan integrasi teknologi saat mereka mendigitalisasi workflow dan meningkatkan skala dari sistem. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Adjar | Bobo | Bolanas | Bolasport | BolaStylo | Cerdas Belanja | CewekBanget | Fotokita | Grid Fame | Grid Games | Grid Health | Grid Hot | Grid Motor | Grid Pop | Grid Star | Grid.ID | Gridoto | Hai | HIts | Hype | iDEA | Info Komputer | Intisari | Intisari Plus | Jip.co.id | Juara | Kids | Kitchenesia | MakeMac | Motorplus | Nakita | National Geographic | Nextren | Nova | Otofemale | Otomania.com | Otomotifnet.com | Otorace | Otoseken | Parapuan | Sajian Sedap | Sosok | Sportfeat | Stylo | Suar | SuperBall | Video | Wiken | Gridstore.id | Gridvoice | GRID Story Factory | Gramedia.com | Gramedia Digital | KG Media

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.